Info Wisata Jawa Barat Sungai dan Air Terjun

Info Wisata – Sungai

Air Panas Cipanas Cisolok

Daerah :Kabupaten Sukabumi

Air Panas Cisolok memiliki keunikan berupa keluarnya air panas dari dalam bebatuan. Selain itu, Anda dapat berendam di kolam air panas setempat yang konon dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Datang dan buktikan sendiri keunikan dan khasiat air panas ini.
Lokasi:  Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok

Citumang

Daerah :Kabupaten Ciamis

Bagi Anda penggemar petualangan seru dan penuh tantangan, objek wisata Citumang mungkin bisa menjadi pilihan. Keunikan dari Citumang adalah adanya aliran hulu sungai yang keluar dari sebuah goa yang jatuh membentuk curug (air terjun). Namun di balik curug tersebut terdapat sebuah goa lain yang cukup panjang dan  berada persis di bawah permukaan sungai yang berada di atasnya. Sedangkan sumber airnya sama, yaitu berasal dari goa yang berada di hulu. Sehingga numpang (berada di atasnya), yang berasal dari kata cai (air) dan tumpang (di atasnya). Akan tetapi masyarakat lebih suka menggunakan kata Citumang daripada Citumpang.
Rute perjalanan menyusuri aliran Air Citumang akan mengawali petualangan Anda, dengan kondisi alam yang masih alami dengan airnya yang sangat jernih, membuat petualangan di sini berbeda dengan objek wisata yang lainnya.
Para pengunjung juga akan diajak untuk menerobos goa-goa karang dan akar pohon besar serta bebatuan yang unik sampai ke air terjun yang di dalamnya terdapat goa. Aktifitas yang dapat dilakukan antara lain berenang dan panjat tebing.

Lokasi: RPH Cisaladah, BKPH Pangandaran, KPH Ciamis (Desa Bojong Kecamatan Parigi)

Green Canyon (Cukang Taneuh)

Daerah :Kabupaten Ciamis

Suatu bentukan alam yang unik, dengan fitur utama sungai (Cijulang) dan ngarai yang terbentuk dari tanah di kedua sisinya. Bagi Anda penggemar  trekking, camping, canoing, dan sebagainya, objek wisata ini bisa menjadi pilihan utama. Selain itu, kebersihan sungai yang terjaga dan pemandangan yang memukau di kedua sisinya membuat kawasan ekowisata menjadi tempat favorit bagi wisatawan yang datang ke Kabupaten Ciamis.

Lokasi: Desa Karang Paci, Kecamatan Cijulang Kabupaten Ciamis
Arah: dari ibu kota Kabupaten Ciamis menempuh jarak sekitar 90 km ke arah Barat melewati Pangandaran, Parigi dan Cijulang. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan perahu bermesin menuju Palatar

Air Terjun Cibali

Daerah :Kabupaten Majalengka

Objek dan daya tarik wisata ini terletek di Desa Cikondang Kecamatan Cingambul yang memiliki jarak +39 km dari pusat kota Majalengka. Objek wisata ini pada umumnya sering di kunjungi oleh para pelajar yang datang pada waktu libur. Objek wisata Air Terjun Cibali ini belum terkelola dengan baik. Untuk akses menuju lokasi tersebut kurang baik dan angkutan umum yang menuju ke tempat wisata ini belum ada. Sedangkan fasilitas di objek wisata ini belum dibangun.

Air Terjun Cilutung

Daerah :Kabupaten Majalengka

Terletak di Desa Campaga Kecamatan Talaga dengan jarak tempuh +28 Km dari  pusat Kota Majalengka. Objek Wisata ini memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan, namun lokasi ini belum terkelola dengan baik. Akses menuju lokasi tersebut sudah cukup baik tetapi belum adanya angkutan umum untuk menuju lokasi tersebut. Oleh karena itu, objek wisata ini memerlukan perhatian yang lebih dalam menangani potensi pariwisata yang ada di Desa Talaga Kulon, sehingga Air Terjun Cilutung dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang dapat menarik minat pengunjung.

Curug Bandung

Daerah :Kabupaten Karawang

Curug Bandung merupakan Keajaiban Alam dengan 7 (tujuh) air terjun dalam satu aliran sungai, dari mulai Curug Peuteuy, Curug Picung dan yang terbesar adalah Curug Bandung, Curug ini berada dibawah kaki Gunung Sanggabuana, perjalanan menuju Curug ini cukup berat yaitu jalan kaki sejauh 3 km, tetapi Panorama Alam sangatlah Indah, Asri, jauh dari polusi udara yang ada di Kota Besar.
Walaupun jalan menuju Curug ini hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki Wisata sambil ber Olahraga yang membuat sehat karena udara yang sehat dan bersih. Lokasi Curug Bandung terletak Desa Mekarbuana Kecamatan Tegalwaru 42 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang.

Curug Bentang

Daerah :Kabupaten Subang

Nikmati keindahan alam menuju Curug Bentang. Untuk menuju air terjun ini dari Bandung, Anda bisa melakukannya dengan kegiatan rekreatif seperti offroad atau motoadventure melalui sejumlah rute yang menarik – beberapa di antaranya cukup ekstrim.
Bagi Anda penggemar motoadventure, rute yang dipilih dapat melalui Lembang dan kemudian ke arah Maribaya. Dari Maribaya, persis di depan tempat parkir mobil, berbeloklah ke sebelah kiri memasuki rute Jalan Raya Cicalung yang cukup nyaman karena beraspal. Sesampainya Anda di ujung jalan ini, maka perjalanan dilakukan dengan offroad di jalan licin sampai ke Puncak Eurad. Seratus lima puluh meter dari Puncak Eurad, perjalanan Anda dilanjutkan kembali dengan offroad menuruni bukit hingga ke desa.
Sesampainya Anda di desa, melalui jalan batu, perjalanan dilanjutkan ke arah perkebunan Tambaksari. Di sini Anda dapat beristirahat dan mengisi bahan bakar. Setelah itu, perjalanan Anda lanjutkan ke arah Kampung Banceuy, Desa Sanca, yang merupakan salah satu desa adat di Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang. Sungguh suatu rangkaian perjalanan yang mengasyikan dan patut Anda coba, terutama bagi Anda pencinta alam dan wisata petualangan.
Lokasi:  Desa Sanca, Kecamatan Ciater

Curug Cibeureum

Daerah :Kabupaten Sukabumi

Temukan keindahan alam yang melekat dengan Curug Cibeureum. Daya tarik berupa air terjun alami ini dapat Anda capai dengan berjalan kaki sambil menikmati keindahan pegunungan, kebun teh laksana permadani, disertai udara sejuk di sepanjang perjalanan. Anda tidak perlu khawatir melakukan trekking menuju air terjun ini karena  tingkat kesulitannya yang sedang.
Lokasi:  Desa Gede Pangrango, Kecamatan Sukabumi

Curug Cigangsa

Daerah :Kabupaten Sukabumi

Curug Cingangsa adalah salah satu air terjun dengan panorama alam yang memukau. Sama halnya dengan Curug Cikaso, untuk sampai ke lokasi Anda bisa berjalan kaki ataupun naik perahu kecil melalui sungai yang diantar oleh masyarakat di sana.
Lokasi:  Kecamatan Surade

Curug Cigentis

Daerah :Kabupaten Karawang

Curug Cigentis merupakan Sarana Wisata Unggulan Kabupaten Karawang, Curug ini berada dibawah kaki Gunung Sanggabuana, Panorama sepanjang jalan sangatlah indah, asri, jauh dari polusi udara yang ada di Kota Besar.
Walaupun jalan menuju Curug ini hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki sejauh 2 km dari tempat parkir kendaraan, namun dengan suguhan pemandangan alam yang memikat, tidak akan terasa kita telah Wisata sambil ber Olahraga yang membuat sehat karena udara yang bersih.
Air jernih yang mengalir di sungai kecil sepanjang jalan, membuat kita terpana akan keindahan Alam yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Lokasi Curug Cigentis terletak di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru 44 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang.

Curug Cihanyawar

Daerah :Kabupaten Garut

Curug Cihanyawar merupakan daya tarik wisata alam yang berupa air terjun dengan ketinggian 16 m yang berada di ketinggian 1000 m di atas permukaan laut. Sumber air Curug Cihanyawar berasal dari aliran air Gunung Cipadaruun yang berasal dari mata air Cikuray. Curug Cihanyawar berada di dalam kawasan yang dibawahi oleh dua kemilikan, yaitu ; PTP Nusantara VIII dan Masyarakat Desa Sukamurni. Walaupun lokasinya berada di perbatasan antara tanah milik PTP Nusantara VIII dan tanah milik Masyarakat Desa Sukamurni akan tetapi pada aktualnya Curug Cihanyawar masuk ke dalam kawasan milik  PTP Nusantara VIII – Perkebunan Dayeuh Manggung, dan termasuk ke dalam blok perkebunan Cipang yang memilliki luas kawasan sebesar 12,57ha. Untuk Menuju ke lokasi air terjun Cihanyawar terdapat jalan raya yang berupa jalan kecamatan dengan lebar 2,5m yang memiliki kualitas yang cukup baik.
Lokasi:  Desa Sukamurni Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut , Jawa Barat
Arah:  dari Garut dapat menggunakan angkutan kota Terminal Guntur-Bojongloa dengan tarif Rp.2000,- atau microbus Garut-Singaparna dengan tarif Rp.6000,-. Dari pintu awal kawasan Curug Cihanyawar dapat ditempuh dengan ojeg sebesar Rp.1500-3000,-/ orang.

Curug Ciismun

Daerah :Kabupaten Cianjur

Curug Ciismun memiliki ketinggian sekitar 25 m dengan kaki air terjunnya selebar sekitar 5 m.  Air curug ini terjun dari sudut pertemuan bukit Agropolitan dengan bukit Cibodas. dan berada di ketinggian 1275 m dpl.
Lokasi
Terletak di dalam kawasan Kebun Raya Cibodas, tepatnya di Desa Cimacan, Kecamatan Pacet  Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat.
Aksesbilitas
Berjarak sekitar 85 km dari Bandung atau sekitar 23 km dari Cianjur. Untuk menuju kawasan Kebun Raya Cibodas dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum.  Untuk pengguna kendaraan pribadi perjalanan ke kawasan ini (hingga belokan masuk yang berada di sebelah kanan jalan besar jika dari Bogor) membutuhkan waktu tempuh lebih kurang 1,5 jam dari kota Bogor jika perjalanan lancar alias tidak macet.  Selanjutnya dari belokan masuk tersebut (pertigaan Cibodas dikenal dengan nama Pertigaan Paregrejen) untuk mencapai pintu gerbang kawasan masih membutuhkan kira-kira 15 menit (sekitar 5 km jarak tempuhnya).
Sedangkan bagi pengguna kendaraan umum dari kota Bogor atau Bandung dapat berhenti di belokan di atas yang kemudian dilanjutkan dengan kendaraan umum  dengan rute Cipanas-Rarahan hingga pemberhentian terakhir di Pasar Cibodas dekat Balai Taman Nasional Gede-Pangrango.  Selanjutnya dari pemberhentian akhir angkot ini diteruskan dengan berjalan kaki menuju pintu masuk utama Timur Kebun Raya Cibodas.  Dari pintu masuk Kebun Raya ini jarak ke lokasi Curug Ciismun sekitar 2 km yang dicapai dengan berjalan kaki melewati track (lintasan) berbatu selama kurang lebih 30 menit.
Selain lewat pintu gerbang utama yang terletak di depan dengan cara langsung turun dari arah bukit Kebun Raya Cibodas, dapat juga melalui pintu belakang (pintu barat).  Untuk menuju pintu belakang ini dengan melewati komplek Pasar Cipanas jika dari arah Bandung.  Tepat sebelum pasar ambil belokan ke kiri sekitar 3 kilometer hingga tiba di pintu belakang. Kondisi jalan lewat arah ini cukup macet karena dekat pasar dengan banyak angkot yang ngetem, jalan yang sempit, menanjak dan banyak tikungan patah.
Perjalanan kearah curug ini dari pintu belakang dilanjutkan dengan cara jalan kaki melalui jalan setapak beralasakan batu kali menelusuri tepian sungai kecil yang menanjak. Jarak ke curug ini dari pintu belakang ini sekitar 1 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Tiket dan Parkir
Tiket masuk ke kawasan Kebun Raya Cibodas adalah Rp 6000 untuk orang dewasa dan Rp 3000 untuk anak-anak.   Jika membawa mobil, mobilnya boleh dibawa masuk dengan membayar uang masuk parkir sebesar Rp 15500.  Sebelumnya membayar tiket masuk di pintu gerbang kebun raya sebesar Rp. 2.000 per orang dan Rp 5.000 untuk mobil.
Fasilitas dan Akomodasi
Tersedia lintasan (track) berbatu yang sudah ditata hingga lokasi curug.  Juga toilet untuk membersihkan diri seusai menikamti kesegaran air terjun.

Curug Cijalu

Daerah :Kabupaten Subang

Salah satu air terjun di Subang yang dapat Anda kunjungi dan nikmati adalah Curug Cijalu. Nama air terjun setinggi 70 m ini berasal dari kata Cai dan Jalu. Konon nama Cijalu berasal dari kedatangan seorang pendekar di tempat tersebut yang dipercaya oleh masyarakat sekitar memiliki taji/jalu (siih dalam bahasa Sunda).
Anda akan mendapatkan suasana yang asri dan indah, yang didukung dengan berbagai fasilitas yang cukup memadai, salah satunya adalah camping ground.  Dengan suasana alamnya yang masih bersih, rimbunannya pepohonan yang menutupi sebagian daerah curug, serta kicauan burung yang bernyanyi tiada henti, membuat kondisi panorama alam di tempat ini benar-benar alami dan menyegarkan.
Lokasi:  Desa Cipancar, Kecamatan Sagalaherang
Arah:  Dari kota Subang + 37 km ke arah selatan, dari Bandung + 62 km ke arah utara, dari Jakarta + 157 km arah selatan via Subang.

Curug Cikarapyak

Daerah :Kabupaten Karawang

Curug Cikarapyak berada diatas Curug Cipanundaan, perjalanan sangat berat karena hanya jalan setapak menelusuri sungai berbatu, menibir tebing naik turun, menerabas semak belukar dan hutan belukar. Perjalanan menuju curug ini walaupun berat, kita akan melintasi Panorama Alam yang sangat mempesona, indah, alami dan banyak air terjun kecil yang berelif unik dan tak mungkin ada pada sungai sejenis di beberapa daerah lainnya di Indonesia.
Wisata ke Curug Cikarapyak hanyalah bagi orang – orang yang benar – benar mencintai Alam dan Petualang pencari tantangan alam yang ingin menikmati suasana hutan dengan keanekaragaman Flora dan Fauna yang orisinil. Lokasi Curug Cikarapyak terletak di Desa Kutamaneuh, Kecamatan Tegalwaru, 42 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang.

Curug Cikaso

Daerah :Kabupaten Sukabumi

Nikmatilah perjalanan menuju air terjun ini, Curug Luhur Cikaso. Untuk sampai ke lokasi, Anda bisa berjalan kaki ataupun menaiki perahu kecil melalui jalan sungai yang diantar oleh masyarakat setempat. Sungguh suatu pengalaman yang mengasyikan sambil menikmati pemandangan sekitar yang masih alami.
Lokasi:  Kecamatan Cibitung

Curug Cikolengkak

Daerah :Kabupaten Karawang

Curug Cikoleangkak adalah air terjun terakhir, curug ini berada diatas Curug Cikarapyak dan Curug Cipanundaan, untuk mencapai air terjun ini perlu Stamina dan Keberanian merambah Hutan Rimba.
Perjalanan menuju curug Cikoleangkak adalah cukup menegangkan, kita akan melintasi Hutan Rimba yang mungkin dijamah oleh manusia dalam hitungan jari menibir tebing padas dan batu yang terjal dan jurang yang dalam, meniti ketinggian dengan hanya berpegangan pada akar atau batu yang menonjol, menerabas semak belukar, menelusuri sungai berbatu besar dan puluhan air terjun kecil dengan Relief dan Motif yang unik mungkin langka di temukan di daerah lainnya di Indonesia.
Wisata ke Curug Cikoleangkak hanyalah bagi orang – orang yang benar – benar Pencinta Alam Sejati dan bagi anda pencari tantangna alam yang memacu Adrenalin. Lokasi Curug Cikoleangkak terletak Desa Kutamaneuh, Kecamatan Tegalwaru 42 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang.

Curug Cileat

Daerah :Kabupaten Subang

Desa Cibogo Kecamatan Cisalak – Subang
Lokasi curug ini terletak di Kecamatan Cisalak Kab. Subang, dengan ketinggian curug ± 100 m, ditambah udara yang sejuk dan akan bermunculan pelangi-pelangi kecil memantul dari air terjun jika matahari pagi memancar. Selain itu, obyek wisata ini merupakan tempat ideal bagi penggemar kegiatan berkemah.
Untuk menuju ke lokasi ini belum dapat dilalui oleh kendaraan, sehingga pengunjung harus berjalan kaki beberapa kilometer. Adapun jarak dari kota Subang ± 37 km, ke arah selatan, jarak dari kota Bandung ± 62 km, ke arah utara, jarak dari kota Jakarta ±180 km, arah selatan via Subang.

Curug Cilember

Daerah :Kabupaten Bogor

Datang dan nikmati daya tarik tujuh air terjun Curug Cilember. Selain curug (air terjun) keempat yang diyakini berkhasiat sebagai obat awet muda, mempercepat dapat jodoh, serta dapat menyembuhkan penyakit, tepat di atas lokasi curug tujuh tedapat sebuah makam keramat yang setiap harinya sering dikunjungi oleh masyarakat untuk berziarah dan mencari berkah. Menurut sejarahnya, makam ini bernama makam Embah Jaya Sakti yang masih memiliki garis keturunan Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran. Biasanya jumlah penziarah mencapai puncaknya setiap bulan Rabiul Awal.

Lokasi: Desa Jogjogan Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor

Curug Cimahi

Daerah :Kabupaten Bandung Barat

Secara geologi Curug Cimahi telah ada sejak hadirnya Gunung Sunda Purba, yang sekarang lebih terkenal dengan Gunung Tangkuban Parahu. Sumber mata air Curug Cimahi ini berasal  dari  mata air Gunung Tangkuban Parahu.
Objek wisata ini terletak di dekat pintu masuk yang berada di sisi jalan Cimahi ke arah Lembang. Untuk mencapai objek wisata dengan panorama alam yang luar biasa indahnya ini, para pengunjung harus melewati jalan setapak berbentuk anak tangga yang menghantarkan pengunjung ke daerah tujuan. Di dalam kawasan Curug Cimahi kita dapat melihat pemandangan alam yang indah sekali, terutama menyaksikan percikan air terjun yang berjatuhan dari atas tebing setinggi 85 meter.
Para pengunjung yang datang ke daerah ini banyak diantaranya yang melanjutkan aktivitasnya dengan berenang dan berendam di areal dekat curug. Selain air yang bersih, sejuknya air yang menyejukan badan, serta lantunan derasnya air terjun yang jatuh ke dasar permukaan tanah menambah keceriaan serta suasana yang menyenangkan ketika pengunjung berkunjung ke daerah ini.

Alamat: Kecamatan Cisarua

Curug Cimandi Racun

Daerah :Kabupaten Garut

Obyek wisata alam yang sering pula disebut Curug Cibuni Racun ini berada pada ketinggian 1.045 meter di atas permukaan air laut dan mempunyai luas keseluruhan sekitar satu hektar. Air terjun atau curug yang sumber airnya berasal dari mata air Cimalagiri di Gunung Mandalawangi ini mempunyai ketinggian sekitar 25 meter. Sedangkan, status kepemilikannya adalah tanah ulayat milik warga masyarakat Kampung Pasir Kunci dan Kampung Singkur.
Konon, penamaan air terjun ini berasal dari sebuah legenda yang menceritakan tentang sayembara yang diadakan oleh sebuah kerajaan dengan hadiah seorang puteri cantik jelita. Sayembara itu diikuti oleh para jawara atau jago-jago silat di sekitar wilayah kerajaan tersebut. Singkat cerita, para peserta pun kemudian bertarung mempertaruhkan nyawa untuk memperebutkan sang puteri. Ketika sayembara akan berakhir, sebab tinggal dua orang jawara lagi yang tersisa, pertarungan menjadi sangat alot. Walau masing-masing pihak sudah saling mengeluarkan jurus andalan, ternyata tidak ada yang berhasil mengalahkan lawannya. Pertarungan berakhir imbang, entah kenapa dan oleh siapa, sang puteri lalu dibawa ke curug dan kemudian diracun hingga tewas. Dan, curug tempat diracunnya sang puteri tersebut kemudian dinamakan Cimandi Racun.
Selain menikmati air terjun, di obyek wisata Curug Cimandi Racun juga menyuguhkan pemandangan alam yang masih asri. Hamparan pepohonan yang tumbuh menghijau dan ditambah dengan kicauan burung yang bertengger di atas dahannya, serta temperatur udaranya yang sejuk (berkisar antara 23-25 derajat Celsius), menjadikan lokasi di sekitar air terjun ini sangat indah untuk dinikmati.
Lokasi:  Desa Jangkurang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat
Arah:  Untuk dapat mencapai obyek wisata Curug Cimandi Racun yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari terminal angkutan kota Kadungora, dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan perkotaan trayek Kadungora-Penclut dengan tarif Rp 1.000,00 – Rp 1.500,00, atau ojeg dengan tarif Rp 4.000,00.

Curug Cipanundaan

Daerah :Kabupaten Karawang

Curug Cipanundaan berada di kaki Gunung Sanggabuan dengan 3 (tiga) buah Curug jadi satu dalam satu areal seperti tangga, curungan air ditunda dalam kolam kesatu, turun lagi di kolam kedua, turun lagi ditunda dalam kolam ketiga, jalan ke Air Terjun Cipanundaan adalah masih Perawan dengan jalan setapak berliku-liku, naik turun, melewati sungai berbatu besar, sebelah kanan tebing disebelah kiri jurang dengan sungai.
Air Terjun ini baru ditemukan oleh Masyarakat setempat, dan Expedisi Wisata dengan Ketua Team Drs. AA Nugraha MK Kepala Dinas Penerangan, Pariwisata dan Budaya Kabupaten Karawang pada saat itu.
Wisata ke Curug Panundaan sangat berat dan menantang, namun Panorama indah dan masih Asli serta belum terjamah oleh tangan – tangan jahil, memberikan kesan yang tak akan terlupakan. Lokasi Curug Cipanundaan terletak di Desa Kutamaneuh, Kecamatan Tegalwaru 42 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang.

Curug Cipurut Pesona Wisata Purwakarta

Daerah :Kabupaten Purwakarta

Apabila anda bosan dengan objek wisata yang sudah ada selama ini, terutama objek wisata buatan yang dibuat oleh pengusaha, tidak ada salahnya anda mencoba wisata alam yang satu ini yang berada di Kabupaten Purwakarta. Tempat wisata yang sangat alamiah ini merupakan wisata air dengan curug (air terjun) sebagai icon wisatanya, tempat wisata ini bernama Curug Cipurut yang termasuk kedalam wilayah administrasi kecamatan Wanayasa.
Akomodasi ke Curug Cipurut
Curug Cipurut dapat ditempuh dari Purwakarta, jadi apabila anda menggunakan jalan tol Cipularang anda dapat keluar di pintu Tol Sadang maupun Jatiluhur/Ciganea, setelah masuk kota Purwakarta, anda mengambil arah ke Wanayasa, jalur Purwakarta – Wanayasa berjarak kurang lebih 25 kilometer dengan kondisi jalan yang relatif baik akan tetapi agak sempit, kondisi ruas ini memang berkarakter dataran tinggi sehingga banyak turunan dan tanjakan serta tikungan, akan tetapi tentu saja tidak membosankan karena banyak pemandangan yang dapat dilihat serta banyak tempat kuliner yang menggugah selera khususnya sate maranggi, sebelum masuk kota Wanayasa pun anda akan dimanjakan dengan pemandangan Situ Wanayasa, yang tepat berada di pinggir jalan di area situ (danau) ini anda dapat beristirahat sambil mencicipi hidangan di warung-warung di area situ, setelah melewati situ baru anda sampai di Wanayasa.
Dari Wanayasa anda mengambil arah ke Kecamatan Bojong, sekitar 300 – 500 meter anda akan tiba di pertigaan yang menuju ke arah desa Sumurugul, ambil ke kiri dan masuk ke jalan desa Sumurugul tersebut. Kondisi jalan ini setengahnya beraspal dan setengahnya lagi jalan berbatu, sehingga disarankan anda menggunakan kendaraan MPV dan tidak dianjurkan menggunakan kendaraan sejenis sedan. Dari pertigaan jalan utama tersebut sampai ke ujung jalan terdekat dengan Curug Cipurut yaitu sekitar 1,5 Km, diujung jalan desa ini terdapat dua lokasi parkir yang dapat menampung kurang lebih 7 kendaraan, sedangkan untuk parkir kendaraan roda dua relatif banyak karena dapat di gunakan pekarangan penduduk setempat, tiket parkir yang dikelola oleh karang taruna tidak ditetapkan secara pasti tergantung keinginan pemilik kendaraan secara umum berkisar antara Rp. 1.000,- – Rp. 2.000,- untuk kendaraan roda dua dan kisaran Rp. 2.000,- 5.000,- 10.000,- untuk kendaraan roda empat.
Untuk wisatawan yang tidak mengunakan kendaraan sendiri, ada alternatif lain ke lokasi ini yaitu dengan menngunakan kendaraan umum, dari Purwakarta (Terminal Simpang) ke Wanayasa ada beberapa alternatif bisa anda gunakan yaitu angkutan perdesaan maupun angkutan antar kabupaten, apabila anda ingin waktu tempuh yang lebih cepat sebaiknya anda menggunakan kendaraan bis mini (elf), tarif kedua jenis moda angkutan umum ini relatif sama yaitu berkisar Rp. 5.000,- , dari Terminal Wanayasa anda bisa menggunakan angkutan perdesaan dengan tujuan Bojong/Sawit berhenti di pintu gerbang Desa Sumurugul dengan tarif sekitar Rp. 2.000,-, dari pintu gerbang ke Curug Cipurut anda dapat menggunakan ojek dengan tarif kisaran Rp. 10.000,-.
Dari batas akhir kendaraan, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak kebun teh dengan jarak tempuh sekitar 500 meter atau sekitar 15 menit perjalanan orang dewasa dan 30 menit perjalanan anak-anak, sampailah kita di pintu gerbang Curug Cipurut, dengan tiket masuk Rp. 3.000,- perorang.
Sebaiknya apabila anda berkunjung ke Curug Cipurut pada waktu hari libur, selain hari tersebut biasanya lokasi relatif sepi sehingga tidak ada petugas yang berjaga maupun pedagang yang membuka usahanya. Pedagang disana sebagian besar menjajakan cemilan dan minuman atau mie rebus sehingga apabila anda ingin makan nasi sebaiknya membawa dari rumah atau rumah makan di sepanjang jalan Purwakarta-Wanayasa.
Potensi Curug Cipurut
Secara umum Curug Cipurut masuk kedalam Cagar Alam Gunung Burangrang sehingga pengelolaan saat ini masih dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jabar I dengan operasional dilapangan dibantu oleh Desa Sumurugul dan Desa Wanayasa.
Kondisi curug secara umum dibagi kedalam tiga bagian yaitu curug utama yang terdapat di ujung tebing dengan tinggi ± 25 m, serta dua curug lainnya yang lebih landai yang biasanya digunakan oleh pengunjung sebagai tempat seluncur , dengan air yang relatif segar dan dingin sangat cocok untuk menghilangkan kepenatan dalam bekerja maupun hiruk pikuk kota besar.

Lokasi Curug Cipurut pun sangat cocok untuk lokasi camping anak muda, wisata petualangan, tea walk serta wisata air tentunya (seluncuran), jadi apabila anda punya jiwa petualangan serta cinta akan alam lingkungan tidak ada salahnya anda berkunjung ke Curug Cipurut di Kabupaten Purwakarta.

Curug Citambur

Daerah :Kabupaten Cianjur

Curug (basa sunda) atau dalam bahasa Indonesia disebut air terjun ini, terletak di desa Karang Jaya kecamatan Pagelaran kabupaten Cianjur. Apabila anda berangkat dari bandung, ambil arah ke selatan bandung tepatnya jalan menuju kecamatan Ciwidey kabupaten Bandung, setelah Perkebunan Teh Rancabali terdapat pertigaan jalan, ke arah kiri menunjukkan arah ke tempat wisata Situ / danau Patengan, sedangkan ke arah kanan menuju perkebunan teh Sinumbra
Ambillah jalan yang menuju ke perkebunan Sinumbra, perjalanan dari perkebunan Sinumbra – melalui desa Cipelah kecamatan Rancabali hingga desa Karang Jaya membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam saja. Dengan keadaan jalan yang cukup baik hingga desa Cipelah, selanjutnya jalan masih baik walau berbatu – batu dan terkadang berlubang.
Perjalanan tidak akan membosankan karena pemandangan di kiri kanan, berbeda dengan keadaan kota dan bahkan desa – desa lainnya. Diawali dari perkebunan Rancabali hingga desa Cipelah, kiri kanan dikelilingi oleh perkebunan teh / tea plantation. Setelah melewati desa Cipelah, pemandangan pedesaan mulai berangsur berubah menjadi suasana pedesaan di pedalaman. Uniknya di sisi sebelah kanan terdapat punggungan gunung yang cukup tinggi, dan terdapat air terjun yang cukup indah terlihat dari jalan. Pertama lihat, karena takjub dan merasa kagum saya kira ini adalah Citambur, tapi ternyata bukan. Di perjalanan menuju Citambur ternyata masih terdapat satu lagi air terjun, hanya saya tidak menanyakan pada penduduk setempat, apa nama air terjun tersebut.
Sampai di kantor desa Karang Jaya, tepat didepan kantor tersebut merupakan pintu masuk menuju curug Citambur. Beberapa meter dari pintu masuk, langsung disambut oleh situ RawaSuro yang dijadikan penampung air untuk irigasi. Keadaan di sekitar danau ini tidak terlalu bersih dan tampaknya dijadikan tempat membersihkan plastik di aliran air irigasinya. Selanjutnya jalan menuju curug bukan hotmix, tetapi batu lepas tertanam di tanah akibat perkerasan oleh kendaran yang lewat. Apabila anda menggunakan motor harus berhati-hati melewatinya karena terkadang ada batu dan lubang yang dapat dihantam blok mesin.
Sampai ditempat parkir yang tidak tertata dan dipenuhi oleh rerumputan, terlihat air terjun yang cukup tinggi di sebelah kanan. Perkiraan mungkin hampir 200 meter, dengan perbandingan perkiraan pohon pinus 25 meter. Di sekitar parkiran masih merupakan sawah yang menguning, dan di sebelah kiri atau didepan air terjun terdapat bukit dan pohon beringin yang berdiri tegak dipuncaknya.
Tak bisa dipungkiri, wana wisata Curug Citambur memang sangat bagus, selain karena ketinggiannya, air yang bersih dan cipratan air hasil tumbukan dengan permukaan air sungai menghasilkan angin yang membawa butir-butir air yang memiliki turbulensi yang cepat, apabila kita berusaha mendekat baru dalam jarak 50 meteran dan berusaha melihat ke arah pusat tumbukan air, seakan – akan berputar – mata tidak akan tahan melihat karena cipratan air yang dahsyat seperti air hujan, dalam sekejap pakaianpun basah kuyup. Sensasi ini sangat berbeda dengan air terjun yang hanya memiliki ketinggian beberapa puluh meter, baru pertama kali saya merasakan perasaan yang aneh ketika memandang ke arah pusat tumbukan air terjun.
Aneh sekali sensasi yang dirasakan …mmmhh sayangnya saya tidak berani membawa kamera, karena dalam beberapa puluh detik, pakaian langsung basah, dalam jarak 100 meter dari pusat air terjun pun, kamera harus hati-hati kalau tidak mau terkena air.
Posisi yang paling pas adalah mengambil gambar dari puncak bukit didepan air terjun, dan yang pasti dibutuhkan kamera dengan lensa tele, karena dengan kamera digital tipe compact, orang di tempat saya bertarung dengan cipratan air terjun yang maha dahsyat, terlihat bagai semut, kecil sekali.

Curug Citiis

Daerah :Kabupaten Garut

Curug Citiis terletak di dengan luas   30 m2 dan berada pada ketinggian 1000 m di atas permukaan laut. Konfigurasi umum lahan pada umumnya berbukit-bukit dengan tingkat kemiringan yang agak curam, dan stabilitas tanah yang sedang. Penyinaran matahari rata-rata di kawasan ini dapat dibilang sedang karena masih terdapat banyak pohon yang rindang. Pada musim kemarau debit air Curug Citiis berkurang. Kualitas lingkungan cukup baik dengan tingkat sanitasi yang baik dan bentang alam yang cukup indah.
Sumber air curug berasal dari Gunung Guntur yang mempunyai dua buah mata air, yaitu mata air panas yang mengalir ke daerah Cipanas, dan mata air dingin yang mengalir ke aliran curug Citiis. Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain hiking, trekking, menikmati pemandangan, camping dan fotografi.
Konon curug ini merupakan tempat bertemunya para raja dari seluruh pulau Jawa. Nama Curug Citiis ini sendiri berasal dari kata citiis yang berarti air dingin karena menurut penduduk sekitar suhu air dari air terjun ini paling dingin sewilayah Garut.
Lokasi:  Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong, Kabupaten Garut Jawa Barat
Arah:  Jarak dari ibukota Kecamatan Tarogong sekitar 10 km, dan dari Garut Kota 15 km. Jarak terminal terdekat dari perkampungan terdekat yaitu Kampung Dukuh yang berada di kaki Gunung Guntur sekitar 5 km.
Untuk menuju ke objek ini, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi hingga kaki Gunung Guntur, serta angkutan tradisional dari Cipanas ataupun dari Garut Kota berupa delman dengan biaya Rp. 3.000 ataupun menggunakan ojeg dengan biaya Rp. 5.000.
Fasilitas: 3 buah shelter, kios makanan

Curug Dengdeng

Daerah :Kabupaten Tasikmalaya

Nikmati keindahan tiga tingkat air terjun di Curug Dengdeng. Yang pertama memiliki tinggi 13 m, yang kedua 11 m, dan yang ketiga 9 m, yang mana dari tingkat pertama Anda dapat melihat aliran Sungai Cikembang. Air terjun ini dinamakan Curug Dengdeng karena memiliki kondisi yang tidak rata kondisi. Tantanglah diri Anda untuk menuju Curug Dengdeng yang memerlukan perjalanan cukup melelahkan dengan berjalan kaki melewati kondisi yang masih sangat alami berhutan jati

Curug Malela

Daerah :Kabupaten Bandung Barat

Berlokasi jauh dari pemukiman penduduk, Curug Malela adalah air terjun setinggi 70 m dan selebar 20 m yang memiliki panorama alam yang masih alamiah dan indah. Apabila Anda seorang pecinta alam yang suka dengan tantangan, laluilah jalan tanjakan menuju air terjun yang curam serta berbatu dan berlumpur, sebelum akhirnya Anda dihadiahi suguhan keelokan alamiah Curug Malela. Bila waktu mengijinkan, berkemahlah untuk satu atau beberapa malam di kawasan ini agar Anda dapat betul-betul merasakan pengalaman menyatu dengan alam setempat.

Alamat: Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung
Arah: ± 60 km arah selatan Kota Bandung
Fasilitas: tempat parkir, kios, toilet

Curug Muarajaya

Daerah :Kabupaten Majalengka

Seperti namanya, curug merupakan air terjun yang tumpahan airnya mengalir deras membelah di puncak bukit. Tumpahan air itu menyajikan panorama indah pada birunya langit, sejuknya udara, dan hijaunya pepohonan yang menyelimuti suasana wisata yang berada di Kecamatan Argapura. Selain itu terdapat pula lapangan sebagai areal untuk camping bagi para pengunjung, tempat ini dapat dijadikan alternatif bagi pengunjung yang memiliki hobi berpetualang. Selain menjanjikan ketenangan dan ketenteraman, juga kedamaian menjadi perpaduan yang kompak untuk menunjang daya tarik tersendiri, tetapi pada saat ini area camping tersebut belum begitu berkembang.
Curug Muara Jaya berada di Desa Argamukti, Kecamatan Argapura yang dikelola  pada tahun 1999. Dimana jarak yang harus ditempuh untuk menuju curug ini yaitu +20.1 km dari pusat kota Majalengka. Luas Curug Muara Jaya sebesar +2 Ha. Jarak dari tempat parkir menuju curug tersebut yaitu +300 m berupa jalan setapak yang telah menggunakan paping blok. Objek Wisata Curug Muara Jaya menawarkan keindahan alam dengan panorama air terjun setinggi 73 m yang terdiri dari tiga umpak. Udara yang sejuk dengan hamparan sayur mayur dan pohon kesemek menjadi daya tarik bagi peminat wisata alam. Kawasan ini merupakan jalur alternatif pendakian ke puncak Gunung Ciremai, disamping itu dilokasi ini pada setiap tahunnya digelar upacara pareresan yang dilakukan setelah panen raya. Objek wisata ini banyak diminati oleh pengunjung, dengan rata-rata jumlah pengunjung pada hari libur sebanyak +200 pengunjung, dan pada hari biasa +20 pengunjung dengan harga tiket masuk sebesar Rp. 4.000/orang. Sedangkan Jumlah pengunjung pada tahun 2007 berjumlah 15.782 pengunjung dan pada tahun 2005 berjumlah 32.300 pengunjung, dari tahun 2005 – tahun 2007 mengalami penurunan tingkat kunjungan.
Fasilitas yang terdapat di Curug Muara Jaya yaitu tempat parkir, tempat bermain anak-anak, bale pertemuan, toilet, warung, shelter, mushola, camping ground, dan loket (karcis). Jalan menuju objek wisata, dari pasar Maja sudah cukup baik dengan konstruksi aspal, kondisinya sudah lebar sehingga dapat dilewati oleh kendaraan mobil dua arah dengan lancar tetapi disebagian wilayah terdapat jalan yang masih rusak tidak adanya sarana transportasi berupa angkutan umum yang menuju ke curug tersebut, melainkan hanya mobil bak terbuka dan ojek.
Lokasi:  Gunung Ceremai, Desa Argamukti, Kecamatan Argapura
Arah:  Lebih kurang 4 jam dari pusat Kota Bandung.

Curug Neglasari

Daerah :Kabupaten Garut

Panorama keindahan Curug Neglasari ini terletak pada lokasi, perkebunan teh serta udara yang sejuk. Dari arah Garut kurang lebih menghabiskan waktu 2,5 jam, ketika memasuki daerah Neglasari setelah melewati Gunung Gelap. Gunung Gelap sendiri adalah hutan yang masih alami walaupun sudah ada banyak daerah-daerah pemukiman tetapi sangat lebat pepohonannya. Berjalan kaki sejauh 1 km dari jalan utama, menuju obyek wisata Curug Neglasari melewati perkebunan teh dengan udara yang sejuk. Panoramanya indah sekali, dengan hamparan perkebunan teh yang hijau. Daya tarik Curug Neglasari ada pada air terjun dengan yang jatuh dengan ketinggian yang berbeda-beda.
Lokasi:  Kecamatan Cisompet Kabupaten Garut
Arah:  59 Km dari pusat Kota Garut menuju daerah Pameungpeuk
Fasilitas: tempat parkir

Curug Orok

Daerah :Kabupaten Garut

Asal mula air terjun ini dinamakan Curug Orok karena menurut cerita masyarakat setempat pada tahun 1968 ada seorang wanita muda yang membuang bayinya dari puncak air terjun, sehingga air terjun tersebut dinamakan Curug Orok. Kalau dilihat dari bentuknya curug ini mempunyai 2 curug, dimana yang besar melambangkan keberadaan ibu si bayi dan yang kecil melambangkan bayi tersebut.
Curug orok dengan ketinggian 45 M ini sudah menjadi Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) sejak 21 April 1996. Curug Orok merupakan jenis ODTW alam yang dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara dan dimiliki oleh PT. Perkebunan Papandayan.
Curug Orok sendiri berada di ketinggian 250 M diatas permukaan laut dengan konfigurasi umum lahan berbukit karena letaknya di kaki gunung Papandayan dan tingkat kemiringan lahannya landai dan curam Tingkat stabilitas dan daya serap tanah di kawsan ini baik dan tingkat abrasi yang rendah. Curug Orok memiliki air yang jernih, bau air normal dan temperatur yang dingin. Flora dominan di sekitar Curug Orok adalah pohon pinus, pepaya dan tumbuhan liar lainnya. Sedangkan fauna yang terdapat di kawasan yaitu monyet dan ular. Sumber air bersihnya berasal dari air terjun itu sendiri yang debitnya tidak terbatas dan kualitas airnya yang jernih, rasanya tawar dan baunya normal.
Lokasi:  Desa Cikandang kecamatan Cikajang Kabupaten Garut
Arah:  Jarak kawasan ini dari Ibukota kecamatan Cikajang 5 Km, sedangkan dari Ibukota Kabupaten Garut 31 Km.
Fasilitas: ada Kios makanan dan Souvenir, tempat parker bus, toilet, shelter, pos tiket
Jam Buka: 09.00
Tutup: 16.30

Curug Sanghiyang Taraje

Daerah :Kabupaten Garut

Asal mula air terjun ini disebut Sanghiyang Taraje karena pada jaman dahulu air terjun ini digunakan oleh Sangkuriang untuk naik ke langit mengambil bintang atas permintaan Dayang Sumbi. Di dekat air terjun ini juga terdapat sebuah batu berbentuk tapak raksasa yang konon itu adalah tapak Sangkuriang tetapi jarang sekali orang yang dapat menemuinya. Sedangkan batu yang ada di bawah tepat air terjun menurut masyarakat setempat dipercaya sebagai tempat penyimpanan bintang (harta karun) Sangkuriang tetapi konon tempat itu dijaga oleh belut raksasa, dan seringkali dilihat oleh masyarakat.
Kawasan air tejun ini dikelola oleh pihak Perhutani. Adapun masyarakat yang kemudian mencoba untuk mengelola kawasan ini namun hanya pada saat hari raya dan libur nasional.
Luas kawasan air terjun ini 500 m2, tinggi air terjun ini 100 m. Pada saat musim kemarau debit airnya agak mengecil namun airnya menjadi sangat jernih, sedangkan pada saat musim hujan debit airnya menjadi agak besar namun warna airnya menjadi agak keruh.
Lokasi:  Desa Pakenjeng Kecamatan Pamulihan Kabupaten Garut
Arah:  Jarak kawasan air terjun ini dari kecamatan Pamulihan ialah 32 km, sedangkan dari pusat kota Garut adalah 47 km. Pencapaian tempat ini dapat menggunakan kendaraan pribadi ataupun dengan menggunakan kendaraan umum berjenis minibus (Elf) dari Pakenjeng Garut dengan tarif Rp 6.000 ataupun dari Pakenjeng Garut dengan tarif Rp 3.500, setelah itu menggunakan ojeg dengan tarif Rp 5.000, karena jalan menuju kawasan air terjun ini tidak bisa dilewati oleh kendaraan beroda empat atau lebih.
Fasilitas: 2 buah shelter

Curug Sawer

Daerah :Kabupaten Majalengka

Curug Sawer terletak di Desa Argalingga, Kecamatan Argapura. Dimana jarak yang harus ditempuh untuk menuju curug ini yaitu +21.5 km dari pusat kota Majalengka. Luas Curug Sawer sebesar +2.986 m2. Objek wisata ini sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi objek dan daya tarik wisata alam karena memiliki keindahan curug. Kendala dan permasalahan yang di hadapai objek wisata ini kurangnya akses menuju tempat wisata ini dan kondisi jalan yang sangat curam untuk menuju lokasi tersebut sehingga pengunjung mengalami kesulitan untuk mencapai wisata tersebut. Tidak hanya itu objek dan daya tarik wisata ini tidak ada restribusi dan belum terkelola dengan baik, sehingga kurang terawat dan kurangnya minat pengunjung bahkan tidak adanya pengunjung.

Curug Tonjong

Daerah :Kabupaten Majalengka

Curug Tonjong merupakan objek wisata alam. Objek ini berada  di Desa Teja kecamatan Rajagaluh, yang dikelola oleh pihak Desa/Kompepar dan TNGC (Taman Nasional Gunung Ciremai). Jarak dari Kota Majalengka +20 km disebelah Timur  dengan luas objek ini yaitu +0,5 Ha.
Curug Tonjong menawarkan keindahan alam yang asri dan alami berupa aliran sungai dengan air terjun yang cukup deras walaupun tidak terlalu tinggi ditambah dengan batu-batuan besar yang terdapat disepanjang aliran sungai. Keunikan dari lokasi wisata ini adalah jembatan bambu yang sengaja dibuat sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan lokasi ini ketika melewatinya sampai ke puncak curug serta pada nilai alamiah, sejuknya udara, dan beningnya air sungai yang mengalir. Dimana dipuncaknya terdapat pelataran sebagai tempat beristirahat. Sehingga pada tahun 2005 objek tersebut banyak diminati oleh pengunjung, hal ini dapat dilihat dari jumlah pengunjung sebanyak 5.000 orang pada tahun 2005.
Untuk menuju lokasi wisata tersebut wisatawan dapat menggunakan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Tiket untuk memasuki lokasi tersebut dapat dibeli seharga Rp. 2.500. untuk mencapai lokasi Curug Tonjong dari jalan aspal hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dengan jarak sekitar +400 m, sebelum sampai ke lokasi terdapat pelataran parkir untuk motor dan juga kios pedagang.

3 Responses to “Info Wisata Jawa Barat Sungai dan Air Terjun”

  1. adith Says:

    kalo di daerah singaparna ada daerah yang pemandangannya indah, udaranya seger ga ?

  2. nopan Says:

    lengkap sekali info curug-nya. indonesia emang eksotis

  3. Yayasan Amiri Bogor (Rio Sudarpo) Says:

    Cukup informatif sebagai info awal sebelum ke lokasi. Semoga keindahan alam yang luar biasa ini tidak dikotori oleh penguasa dan pengusaha yang serakah . . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: