Desa Wisata Sawarna

Desa Wisata Sawarna
Kabupaten Lebak – Banten – Indonesia
Desa Wisata Sawarna
Kabupaten Lebak merupakan tempat tujuan wisata terkenal di Provinsi Banten, selain Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang. Bila Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang populer dengan pesona wisata pantai nan eksotis, daya tarik Kabupaten Lebak terletak pada suasana alam pedesaan yang agraris. Salah satunya adalah Desa Wisata Sawarna yang terletak di Kampung Gendol, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

Menurut sejarahnya, pada zaman kolonial Belanda, Desa Sawarna merupakan sentra perkebunan kelapa untuk diolah menjadi kopra dan minyak kelapa. Konon, Jean Louis Van Gought adalah orang Belanda pertama yang membuka perkebunan kelapa di sana pada sekitar tahun 1907 M. Sampai sekarang pun desa ini masih terkenal sebagai sentra penghasil kelapa di Kabupaten Lebak. Kelapa dari desa ini banyak dikirim ke Jakarta, Bandung, Bogor, dan kota-kota lainnya.  

Ketika Jepang berkuasa di Indonesia, Desa Sawarna dijadikan lokasi penambangan emas. Sebagai buktinya, di desa nan permai ini masih terdapat lobang-lobang bekas penggalian emas. Oleh sebab itu, masuk akal kiranya bila desa yang berada di ujung selatan Provinsi Banten tersebut dinamakan Desa Sawarna yang berasal dari akar kata suarna yang artinya emas.

Dewasa ini, desa yang terletak di sebelah barat Pantai Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini terkenal sebagai desa wisata yang mempunyai berbagai destinasi wisata, seperti pantai, sungai, hutan, panjat tebing, gua, dan agrowisata yang ramai dikunjungi oleh turis domestik dan mancanegara pada akhir pekan dan hari-hari libur lainnya. Melihat potensi wisata yang sedemikian rupa, sejak tahun 2000 Desa Sawarna menjadi desa binaan Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Banten. Dan, pada tahun 2004, pemerintah Provinsi Banten meresmikannya sebagai desa wisata.

Eksotis, rancak, dan lengkap. Begitu kira-kira kesan para wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Sawarna. Sebab, di desa ini terdapat berbagai destinasi wisata yang elok dipandang mata, sehingga sayang jika tidak dikunjungi.


Suasana alami Desa Wisata Sawarna
Sumber foto: santipanon.multiply.com

Begitu menginjakkan kaki di desa wisata ini, wisatawan akan terkesan dengan areal persawahan yang membentang luas, panorama desa yang asri, hembusan sejuk udara khas daerah agraris, dan jejeran pohon kelapa dan pohon jati yang bagai pagar betis desa itu. Keramahan dan antusias yang diperlihatkan masyarakatnya kepada setiap pengunjung melengkapi daya tarik desa wisata ini.


Gua Lalay
Sumber foto: santipanon.multiply.com

Bagi pecinta gua, Desa Sawarna merupakan pilihan yang tepat. Sebab, di desa ini terdapat banyak gua. Oleh sebab itu, Desa Sawarna juga dijuluki sebagai “desa seribu gua”. Gua Lalay dan Gua Lauk merupakan dua gua yang populer dan sering dikunjungi oleh para wisatawan. Gua Lalay merupakan gua batu gamping (karst) yang memiliki stalagmit (susunan batu kapur berbentuk kerucut berdiri tegak di lantai gua) dan stalaktit (batangan kapur yang terdapat pada langit-langit gua dengan ujung yang meruncing ke bawah) memesona yang terbentuk akibat tetesan air dalam kurun waktu yang lama. Bagian dasar gua adalah sungai bawah tanah yang berlumpur dengan ketebalan antara 10 sampai 15 sentimeter. Gua yang panjangnya diperkirakan mencapai 100 meter ini dinamakan Gua Lalay karena di langit-langit gua terdapat banyak kelelawar, yang dalam bahasa Sunda disebut lalay. Sedangkan di Gua Lauk, wisatawan akan terkesan dengan lorong-lorong gua yang lumayan lebar dan rancak. Untuk menikmati pesona stalagmit dan stalaktitnya, wisatawan harus melintasi sungai di dalam gua yang kedalaman airnya sepinggang orang dewasa. Konon, dahulu di dalam gua ini terdapat banyak ikan, sehingga penduduk setempat kemudian menamakannya Gua Lauk.

Selain untuk tujuan rekreasi, gua-gua yang terdapat di Desa Sawarna juga ramai didatangi oleh para pemburu harta karun dari berbagai daerah di Indonesia. Di dalam gua-gua tersebut masih ditemukan sisa-sisa peralatan yang digunakan oleh tentara Jepang, seperti rongsokan mobil jeep, sepeda, selongsong peluru dan mortir, peralatan memasak, dan bahkan emas.  

Setelah puas menikmati pesona gua, para turis dapat menikmati panorama pantai yang memesona. Tercatat, Pantai Ciantir dan Pantai Tanjung Layar sebagai pantai yang banyak dikunjungi wisatawan.


Pantai Sawarna yang memesona
Sumber foto: robertadhiksp

Pantai Ciantir, atau yang juga populer dengan nama Pantai Sawarna, merupakan sebuah pantai yang kondang dengan hamparan pasir putihnya. Pasir pantainya yang padat dan kering, serta panjangnya yang mencapai tiga kilometer, dapat mengakomodir keinginan wisatawan untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti berjemur, sepak bola pantai, dan voli pantai. Pantai perawan yang terletak di sebelah selatan desa wisata ini juga menjadi tempat favorit wisatawan menanti detik-detik menjelang terbenamnya matahari (sunset). Sedangkan ombak lautnya yang bergulung-gulung, layaknya ombak laut selatan pada umumnya, tepat sekali dipilih wisatawan yang ingin memacu andrenalin atau menyalurkan hobi berselancar. Biasanya, peselancar dari dalam dan luar negeri berdatangan ke tempat ini pada rentang waktu April—September setiap tahunnya.


Pantai Tanjung Layar
Sumber foto: wolf dean

Sementara itu, berwisata ke Desa Sawarna tentu belum lengkap bila belum mengunjungi Pantai Tanjung Layar. Dinamakan demikian karena di sana terdapat dua batu besar mirip layar kapal yang lokasi pantainya menjorok ke laut. Bila Pantai Ciantir terkenal dengan pasir putih dan ombak lautnya yang bergulung-gulung, daya tarik Pantai Tanjung Layar terletak pada dua batu besar mirip layar yang dikelilingi oleh gugus karang (barier). Dua batu tersebut kerap dijadikan wisatawan sebagai latar untuk berfoto. Selain itu, obyek wisata yang berjarak sekitar dua kilometer dari Desa Sawarna ini juga terkenal dengan pesona pantainya nan rancak dan air lautnya yang jernih. Di celah-celah cekungan karang, wisatawan dapat melihat secara kasat mata terumbu karang, rumput laut, dan ikan warna-warni yang berenang bergerombolan.


Pesona areal persawahan Desa Wisata Sawarna
Sumber foto: santipanon.multiply.com

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana yang berbeda, dapat melakukan kegiatan agrowisata di areal persawahan, mencari batu-batu hias yang banyak terdapat di Sungai Cisawarna, mengunjungi tempat pelelangan ikan, melakukan olahraga panjat tebing, atau melihat kekayaan flora dan fauna hutan suaka alam yang terletak di sebelah timur desa. Sedangkan bagi wisatawan yang punya banyak waktu, dapat mengunjungi sentra pembuat gula kelapa, sentra pengrajin gitar dan biola, makam Jean Louis Van Gought, Tapak Sikabayan, dan lain sebagainya.

Secara administratif, Desa Wisata Sawarna masuk dalam wilayah Kampung Gendol, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Indonesia. 

JakartaSawarna berjarak sekitar 250 kilometer yang dapat ditempuh sekitar 6—7 jam perjalanan dengan bus. Dari Jakarta, bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi atau bus carteran, dapat mengunjungi Desa Wisata Sawarna melalui rute Jakarta—Serang—Malimping—Bayah—Sawarna, atau melalui rute Jakarta—Balaraja—Maja—Rangkasbitung—Malimping—Bayah—Sawarna.

Sedangkan bagi wisatawan yang menggunakan bus umum, dari Jakarta disarankan naik bus menuju Terminal Bus Bogor. Dari Terminal Bus Bogor lalu naik bus menuju Pelabuhan Ratu. Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan naik bus menuju Pasar Kecamatan Bayah atau Terminal Bus Bayah. Setelah itu, wisatawan dapat menuju Desa Wisata Sawarna dengan naik jeep, yaitu mobil bergardan ganda yang sesuai dengan kondisi medan menuju Desa Sawarna yang naik-turun dan berkelok-kelok. Bagi wisatawan yang menggunakan bus umum, sebaiknya tiba di Terminal Bayah sebelum jam lima sore. Sebab jeep dari Terminal Bayah menuju Desa Wisata Sawarna akan berakhir pada jam lima sore. Selain jeep, dari Terminal Bayah juga tersedia ojek menuju Desa Wisata Sawarna.    

Di Desa Sawarna terdapat sebuah bandar udara (bandara) perintis yang dapat dipakai oleh wisatawan yang menggunakan pesawat carteran berukuran kecil. Selain itu, di desa wisata ini juga terdapat villa dan homestay, sehingga dapat digunakan untuk menginap. Sedangkan bagi pelancong yang ingin menyatu dengan alam, dapat berkemah di berbagai lokasi di desa wisata ini, seperti di tepi hutan, di tepi sawah, di tepi pantai, dan lain sebagainya. Berbagai fasilitas lainnya, seperti pemandu wisata (guide), gazebo, shelter, warung, serta pusat oleh-oleh dan cenderamata, juga tersedia di sini.

3 Responses to “Desa Wisata Sawarna”

  1. Dita Says:

    Apa saya boleh minta daftar cost-nya untuk semua fasilitas yang ada disana termasuk biaya pas masuk ke kampungnya itu?

    terimakasih :-)

  2. adenia intan Says:

    emm kalo boleh tauu bleh gak mnta kontak person’a ..
    ada rencana untuk berlibur kesana nh ..
    tp bingung mw kontek siapa , mohon diemail ya .. thx

  3. yulinda Says:

    Mau banget kesana, ada rencana dekat. Mohon info contact person dan price listnya. Sekalian juga peta ke sana berhubung saya tdk berniat membawa kendaraan. Thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: