Info Wisata Jawa Barat – Danau dan Mata Air

Info Wisata – Danau

Danau Cipule

Daerah :Kabupaten Karawang

Danau Cipule terjadi karena sisa explotasi manusia dengan penambang pasir, danau ini persis di pinggir Kali Citarum selain luas juga cukup dalam, namun Alam telah merubahnya sehingga terbentuk keindahan Alam di sekitar danau tersebut.

Di Danau inilah Lomba Dayung pada PORPROV X JABAR dilaksanakan, juga digunakan untuk Lomba Dayung YUNIOR ASEAN pada tahun 2006. Lokasi Danau Cipule terletak di Desa Walahar, Kecamatan Ciampel 11 km dari Ibu Kota Kabupaten Kabupaten Karawang.

Danau Kalimati

Daerah :Kabupaten Karawang

Danau Kalimati terjadi karena Alam, dimana Kali Citarum berubah aliran dari berbelok menjadi lurus, sehingga bekas aliran sungai tersebut terbendung maka jadilah Danau yang panjang dan luas ini.
Pada bagian depan Danau ini telah berdiri Warung – warung makan sederhana dengan Menu bervariasi, dari sate maranggi hingga jajanan umum seperti bakso dan lainnya, tersedia pula Warung Makan Lesehan dengan posisi menghadap ke arah Danau yang Panoramanya cukup Indah dan Nyaman. Lokasi Danau Kalimati terletak di Desa Walahar, Kecamatan Klari 11 km dari Ibu Kota, Kabupaten Karawang.
Jarak .

Danau Lido

Daerah :Kabupaten Bogor

Danau Lido menawarkan untuk Anda hamparan danau jernih dan berbagai jenis hiburan untuk semua anggota keluarga. Berlokasi di antara dua buah gunung (Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango), danau ini berair jernih dan bisa dilakukan sepeda air, speedboat, atau yang lebih unik dan tradisional adalah menggunakan rakit yang terbuat dari bambu (getek) yang dibuat menarik dengan gambar naga. Selain itu, Anda dapat menyeberang menuju pulau kecil yang berada di tengah danau untuk bersantai atau mengisi perut. Berbagai makanan disajikan, mulai dari jagung bakar, kelapa muda dan makanan lain ditemani dengan udara sejuk pegunungan.
Bagi Anda yang hobi memancing, pengelola menyediakan lokasi memancing yang luas. Selain itu, sarana outbond tersedia di sini di antaranya adalah flying fox yang bisa memacu adrenalin. Di lokasi wisata ini juga tersaji olahraga udara yang dikelola Lido Aero Club, dengan olahraga udara seperti terjun payung, aeromodeling, paramotor (parasut dengan motor), paralayang, dan swayasa. Selain itu terdapat landasan pacu yang cocok untuk pendaratan pesawat kecil dan pesawat latih.
Jika Anda ingin bermalam, disini juga tersedia Lido Lakes Hotel, yang telah berdiri sejak tahun 1935. Fasilitasnya yang unik adalah Terrain Vehicle (ATV) yang menyerupai motor besar untuk berjalan-jalan mengelilingi hutan lindung.

Lokasi: Jalan Raya Sukabumi, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Arah: 65 km dari kota Jakarta atau hanya kurang lebih antara 1,5 hingga 2 jam
Fasilitas: restoran terapung ditengah danau

Grama Tirta Jatiluhur

Daerah :Kabupaten Purwakarta

Manjakan jiwa dan raga Anda sekeluarga dengan berekreasi di Grama Tirta Jatiluhur. Tempat ini merupakan tempat yang menyenangkan untuk berwisata dan melakukan berbagai aktivitas olahraga di alam terbuka. Anda bisa berjalan-jalan di alam hijau yang masih dialiri Sungai Citarum yang jernih sambil menghirup udara segar dan mendengarkan kicau burung.
Daya tarik utama objek wisata ini adalah bendungan seluas 8.300 ha dan bervolume lebih kurang 3 milyar kubik air yang berasal dari Sungai Citarum dan merupakan waduk serbaguna pertama di Indonesia. Berlokasi di sebuah lereng bukit, danau wisata menawarkan panorama alam yang menakjubkan dan berpadu dengan barisan pegunungan. Benar-benar sebuah pilihan yang nyaman bagi siapapun yang datang ke daerah ini.
Lokasi:  Bendungan Jatiluhur
Arah:  9 km dari Kota Purwakarta (dapat dikunjungi melalui Jalan Tol Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi), keluar di Gerbang Tol Jatiluhur); 120 km dari Jakarta; dan 70 kilometer dari Bandung.
Fasilitas: Hotel (24 kamar), Cottage & Bungalow (75 kamar)

Situ Anggrahan

Daerah :Kabupaten Majalengka

Terletak di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatitujuh, dengan jarak +35 Km dari pusat kota Majalengka yang memiliki luas +35 Ha. Objek dan daya tarik wisata Situ Anggrahan sudah tidak terkelola sehingga tidak terawat. Akses menuju lokasi tersebut cukup baik namun tidak adanya moda angkutan umum yanng menuju lokasi wisata tersebut. Sedangkan fasilitas yang dimiliki objek wisata ini tidak ada. Untuk pada musim kemarau  Situ Anggraahan sangat kering (tidak ada airnya).

Situ Bagendit

Daerah :Kabupaten Garut

Situ Bagendit merupakan danau yang dilingkupi kawasan alami yang masih dikelilingi persawahan dan perkampungan penduduk dengan latar panorama alam pegunungan yang indah. Menurut cerita masyarakat sekitar, Situ Bagendit berasal dari sebuah legenda yang menceritakan sebuah rombongan Ronggeng Baged dan Nyi Endit yang tenggelam, yang kemudian oleh masyarakat sekitar, situ tersebut dinamakan Situ Bagendit.
Banyak aktivitas wisata yang bisa dilakukan di area situ bagendit ini, seperti : berlayar ketengah situ dengan menggunakan rakit bambu, bermain sepeda air, canoe, memancing, jet ski dan aktivitas air lainnya. Setiap tahun, Pemda Kabupaten Garut mengadakan festifal Bagendit yang berisi tampilan berbagai kesenian daerah seperti lais, Debus, Hadro dan lomba berbagai kegiatan wisata air sebagai upaya dalam menarik wisatawan datang ke daerah ini.
Kawasan wisata Situ Bagendit sangat tepat bagi anda yang merencanakan liburan bersama keluarga. Suasana pemandangan situ yang indah, berbagai kelengkapan fasilitas umum dan kemudahan-kemudahan layanan wisata menjadikan tempat ini memang sangat cocok untuk wisata anda bersama keluarga tercinta.

Lokasi:  Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut
Arah:  13 Km dari pusat Kota Garut dengan jarak tempuh sekitar 30 menit.
Fasilitas: Fasilitas umum dalam berkegiatan wisata dapat kita temui di daerah ini seperti gazebo-gazebo tempat makan dan minum, tempat bermain anak, toilet, mushola dan tempat parkir.

Situ Batu

Daerah :Kabupaten Majalengka

Situ Batu terletak di Desa Malausma, kecamatan Malausma dengan jarak tempuh +46 km dari pusat Kota Majalengka. Luas keseluruhan objek wisata ini yaitu +500 m2. Situ Batu merupakan objek wisata alami dan terdapat sumber mata air. Akses menuju lokasi tersebut kurang baik dimana jalan menuju lokasi objek wisata hanya jalan batu atau jalan tanah, selain itu belum adanya angkutan umum yang menuju lokasi Situ Batu. Tidak adanya pengelolaan atau perawatan terhadap objek wisata tersebut sehingga menyebabkan adanya kerusakan terhadap Situ Batu.

Situ Bojongsari

Daerah :Kabupaten Indramayu

Kawasan Wisata Bojongsari terletak di desa Bojongsari Kabupaten Indramayu ± 2 KM dari pusat kota Indramayu, dengan luas area ± 15 Ha, terdiri dari daratan ± 9 Ha, dan Situ dengan permukaan air ± 6 Ha.
Fasilitas Rekreasi yang tesedia diantaranya : Water Park atu Water Boom (yang dilengkapi dengan Koalm Arus, Kolam Anak, Slide Spiral dan Slide Race), dan Sepeda Air, Perahu Wisata, Olah Raga Dayung, memanjcing, Agro Wisata Mangga, Serta berbagai permainan anak lainnya.

Situ Bolang

Daerah :Kabupaten Indramayu

Situ Bolang merupakan salah satu tempat wisata alternatif yang mempunyai daya tarik tersendiri. Tempat tersebut terletak di Desa Jatisura Kecamatan Cikedung, 20 Km dari kota Indramayu. Wisata yang tersedia cukup beragam seperti memancing, area perkemahan dan rekreasi air. Situ Bolang juga memiliki nuansa pedesaan yang sangat kental dengan panorama pesawahan, ternak kambing, dan pohon Mangga yang tumbuh disekeliling Situ Bolang yang begitu menyajikan suasana nyaman. Situ Bolang juga terdapat warung makanan yang berdiri di pinggir danau sehingga menambah keindahan bila berkunjung ke situ bolang, danau situ bolang juga banyak terdapat ikan, bahkan banyak pengunjung yang datang hanya untuk sekedar memancing.
Situ Bolang sebagai sebuah danau kini terus dikembangkan menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Situ yang jaraknya hanya 10 km dari jalur pantura Jakarta-Cirebon ini memiliki prospek yang cukup menggembirakan, tidak saja bagi lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) Desa Jatisura sebagai pengelola, tetapi juga bagi warga sekitar dan desa-desa tetangganya.
Situ Bolang yang memiliki luas area genangan air 6,25 hektare dan menampung air hujan sekitar 425.000 m3, selain dimanfaatkan airnya untuk keperluan pengairan sawah masyarakat desa sekitar dan budi daya ikan, kawasan Situ Bolang juga telah dikembangkan menjadi sebuah lokawisata alam pedesaan oleh LPM Desa Jatisura.
Meski dengan fasilitas seadanya, keindahan panorama alam dan kesejukan udara Situ Bolang pun dikembangkan menjadi sebuah lokawisata alam pedesaan oleh LPM Desa Jatisura. Ini dimulai dengan memperbaiki infrastruktur jalan menuju Situ Bolang secara bergotong royong oleh warga. Suasana alam pedesaan dengan latar belakang hamparan hutan jati dan pohon akasia milik Perum Perhutani di sekeliling Situ Bolang memang merupakan pemandangan yang sungguh indah sekaligus menyejukkan. Hal itu membuat kawasan tersebut cocok untuk dijadikan tempat bersantai.

Situ Buleud

Daerah :Kabupaten Purwakarta

Bila Anda berkunjung ke Purwakarta, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati pesona salah satu landmark di kabupaten ini, yaitu Situ Buleud. Karena ketenarannya ini, objek wisata ini telah menimbulkan inspirasi bagi para seniman sehingga terciptalah lagu Sunda berjudul Situ Buleud. Konon disebut Situ Buleud karena bentuk danaunya yang bulat (Sunda = buleud) dan cukup luas. Asal-usul Situ Buleud berkaitan erat dengan peristiwa perpindahan ibukota Kabupaten Karawang dari Wanayasa ke Sindangkasih, dan pembuatannya berlangsung antara tahun 1830–1831. Situ Buleud dibuat dengan beberapa tujuan, yaitu sebagai sumber air (reservoir) bagi kepentingan pemerintah dan masyarakat dan sebagai fasilitas kota, yaitu tempat rekreasi.
Lokasi:   Jl. K.K. Singawinata, Kampung Situ,  Desa Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta

Situ Cangkuang

Daerah :Kabupaten Garut

Situ Cangkuang sebagian ditutupi oleh bunga teratai yang indah. Ada sebuah pulau kecil ditengah‐tengah situ, dimana sebuah Candi Cangkuang berada.  Didalam candi itu terdapat patung Siwa Hindu.  Nama Cangkuang sendiri diambil dari pohon Cangkuang (Pandanus Furcatus) yang masih terdapat di sekitar kawasan tersebut Cangkuang telah dibangun pada jaman kerajaan sunda pertama yaitu Kerajaan Galuh. Didekat Situ ada makam peninggalan penganut agama Islam, yaitu Arif Muhammad. Dia salah seorang Tentara Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah yang pergi menyerang Belanda di Batavia pada abad ke 17.  Penyerangannya gagal, dia tidak kembali, tetapi dia menetap di daerah Cangkuang untuk mengajar dan menyebarkan agama Islam kepada masyarakat disekitanya, tepatnya di kampung Pulo dimana keturunannya menetap sampai saat ini.
Bentang alam yang dikelilingi oleh Situ Cangkuang memberikan nilai keunikan tersendiri dibandingkan dengan tempat lain yang sejenis. Selain itu secara geografis Situ Cangkuang memiliki luas kawasan yang cukup luas (340,775 Ha).
Situ Cangkuang yang menjadi bagian kronologis sejarah islam tidak terlepas dari nilai heritage dan berubah menjadi daerah tujuan wisata yang sangat menarik.

Lokasi:  Desa Cangkuang Kecamatan Leles, Kabupaten Garut
Arah:  16 Km ke arah utara Kota Garut. Untuk menuju ketempat lokasi ini dari Kecamatan Leles para wisatawan biasanya menggunakan kendaraan delman (andong) yang unik, ataupun juga bisa menggunakan kendaraan pribadi.
Fasilitas: lain museum, kios makanan, dan cinderamata, tempat parkir, pos tiket, gerbang pintu masuk, pelayanan informasi, toilet, shelter, tempat sampah, dermaga rakit.

Situ Ciburuy

Daerah :Kabupaten Bandung

Situ Ciburuy adalah danau alami yang cukup terkenal di kalangan wisatawan nusantara – bahkan sudah diangkat sebagai tema lagu tradisional Sunda. Terletak tidak jauh dari Kota Padalarang, di sebelah barat Kota Bandung, danau ini menjadi tempat favorit bagi banyak penggemar rekreasi danau. Anda dapat berperahu di sini sambil menikmati panorama perbukitan sekitar dalam kenyamanan jangkauan jarak dan akses dari Kota Bandung.

Alamat: Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung
arah barat Kota Bandung (sisi jalan raya Bandung-Jakarta via Padalarang)
Fasilitas: perahu, kios makanan & cinderamata, toilet

Situ Cijawura

Situ ini terletak di Desa Kertajati, Kecamatan Kertajati, jarak dari pusat kota menuju objek wisata ini yatu +28 km. Dengan luas +45 Ha. Sumber air Situ Cijawura yaitu dari air hujan yang di tampung di situ ini. Akses menuju lokasi tersebut cukup baik namun tidak adanya moda angkutan umum yang menuju lokasi tersebut. Sedangkan fasilitas di lokasi wisata tersebut hanya ada rumah makan jawura. Situ Cijawura dikelola oleh Paguyuban Jawura Mitra Tani, Situ Cijawura ini sudah beralih fungsi menjadi perikanan tadah hujan.

Situ Cikuda

Daerah :Kabupaten Majalengka

Objek wisata Situ Cikuda berada di Desa Padaherang, Kecamatan Sindangwangi dengan jarak tempuh + 25 Km. Objek wisata ini dikelola oleh Karang Taruna Desa Padaherang dan pada saat ini sering digunakan oleh masyarakat sekitar sebagai tempat pemancingan ikan serta adanya bendungan. Situ ini belum terkelola dengan baik
Akses menuju ke lokasi tersebut relatif baik dengan kondisi jalan beraspal tetapi disebagian

Situ Cipanten

 

Situ Cipanten terletak di Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang. Situ ini memiliki luas +1 Ha yang diresmikan pada tahun 1973 yang merupakan Proyek Insentif IPD yang dikelola oleh Desa atau KOMPEPAR. Jarak dari pusat kota menuju objek wisata ini +15 km. Situ ini memiliki 3 manfaat, diantaranya untuk pengairan, perikanan, dan pariwisata. Daya tampung situ ini yaitu 30.000 m3, dimana air yang mengalir dari situ ini sebesar 0.350 l/d dengan areal yang dialiri mencapai 600 Ha. Selain itu objek ini menyediakan pemandangan situ yang cukup menawan, pengunjung dapat menikmati kesejukan udara di lokasi tersebut sambil menikmati pemandangan situ yang tenang.

Situ Gede

Daerah :Kota Bogor

Berekreasilah dan lepaskan semua kepenatan Anda di Situ Gede. Terletak di tepi Hutan Darmaga (hutan penelitian milik Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan), telaga yang memiliki luas sekitar 6 ha ini merupakan tempat rekreasi sehari-hari bagi warga Bogor. Di sini Anda dapat berperahu, memancing, atau berjalan-jalan di kerimbunan hutan. Danau dan hutan ini pun kerap digunakan sebagai lokasi pembuatan film dan sinetron.
Panorama hutan Cifor di kawasan situ, dengan tanaman perkebunan karet nan hijau ditunjang suasana yang masih tenang dan asri, menambah daya tarik bagi hutan ini. Di tengah danau terdapat sebuah gundukan menyerupai pulau kecil yang banyak dihuni oleh berbagai jenis burung air. Tidak jauh dari lokasi Situ Gede, terdapat dua buah anak danau yang merupakan bagian dari Situ Gede, yaitu Situ Leutik dan Situ Panjang. Warga sekitar menyakini ketiga situ tersebut bila diamati secara seksama seperti berbentuk kujang (senjata khas masyarakat Jawa Barat).
Untuk sementara, Situ Gede selain telah dijadikan tempat lokasi pilihan bagi warga sekitar untuk sekedar melepas kepenatan dan hiburan murah meriah bagi keluarga, danau tersebut juga berfungsi sebagai irigasi pertanian dan perkebunan masyarakat sekitarnya.
Lokasi:  Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat

Situ Janawi

Daerah :Kabupaten Majalengka

Terletak di Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh, dengan jarak tempuh  25 km dari pusat Kota Majalengka. Situ ini memiliki luas sebesar  1 Ha yang sampai saat ini masih dikelola oleh Madrasah Diniyah Awaliah. Situ ini memiliki keunikan, dimana adanya daratan kecil ditengah situ dan adanya sumber mata air yang konon katanya dapat menyembuhkan penyakit.
Akses menuju situ ini sudah cukup baik dengan kondisi jalan yang sudah diaspal, tetapi tidak adanya sarana trasnportasi berupa angkutan umum yang menuju ke objek wisata tersebut dengan fasilitas yag masih kurang mendukung. Rata-rata jumlah pengunjung pada event tertentu (lebaran) mencapai  150 pengunjung dengan tiket masuk sebesar Rp. 5.000,-/orang.

Situ Kamojing

Daerah :Kabupaten Karawang

Danau atau Situ Kamojing adalah daerah resapan air, berada Kawasan Hutan Konservasi yang sering dijadikan Lokasi Shooting Film atau Sinetron.
Disekitar Situ Kamojing telah berdiri Restoran dengan Gaya Klasik Modernm juga tersedia ajang Rekreasi bagi Anak – anak dan Dewasa, di Lingkungan ini pula telah dibangun Hotel dengan Fasilitas Bintang Tiga. Lokasi Situ Kamojing terletak di Desa Dawuan Kecamatan Cikampek 22 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang.

Situ Lengkong Panjalu

Daerah :Kabupaten Ciamis

Situ Lengkong Panjalu adalah sebuah danau seluas 57,95 hektar dengan pulau di tengahnya seluas 9,25 hektar, bernama Nusa Gede. Di Pulau Nusa Gede terdapat hutan lindung beserta peninggalan purbakala. Konon, Nusa Gede awalnya adalah pusat pemerintahan Kerajaan Panjalu, selain juga berfungsi sebagai benteng pertahanan. Di sini juga terdapat makam penyebar agama Islam yang bernama Mbah Panjalu. Didalam hutan terdapat 307 pohon yang terdiri dari 30 jenis.
Menurut cerita sejarah Panjalu, Situ Lengkong merupakan hasil buatan para leluhur Panjalu, yang hidup di jaman Kerajaan Hindu Panjalu. Konon pada awal abad ke-7, seorang raja Panjalu menginginkan putra mahkotanya memiliki ilmu yang paling ampuh dan paling sempurna. Maka berangkatlah sang putra mahkota yang bernama Borosngora menuju ke suatu tempat dan berakhir di tanah suci Mekah. Di sanalah tujuannya tercapai, yaitu mempelajari dan memperdalam Agama Islam dan membaca dua kalimah Syahadat.
Setelah tinggal cukup lama maka pulanglah sang putra mahkota ke Panjalu dengan dibekali air Zamzam, pakaian kesultanan, serta perlengkapan pedang dan cis. Di Panjalu, tugas utamanya adalah menjadi raja Islam dan sekaligus mengislamkan rakyatnya. Beliau kemudian menjadi Raja Panjalu menggantikan ayahnya dengan Gelar Sang Hyang Borosngora. Mulai saat itulah kerajan Panjalu berubah dari kerajaan Hindu menjadi kerajaan Islam. Konon, air zamzam dari Mekah ditumpahkan ke lembah bernama Lembah Pasir Jambu. Kemudian Lembah itu bertambah banyak airnya dan terjadilah danau yang kini disebut Situ Lengkong.

Lokasi: Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu
Arah: Dari barat, terutama dari Bandung,  berjarak sekitar 100 km, melalui Ciawi terus ke Panumbangan dan sampai di Panjalu. Sedangkan dari timur, yaitu Ciamis, berjarak sekitar 30 km melalui Buniseuri, Kawali dan sampai Panjalu.
Fasilitas: tempat parkir, sarana perbelanjaan cinderamata, sarana perahu menuju situ lengkong , MCK dan sekarang sedang di buat (proses pembuatan) mesjid yang cukup besar.

Situ Mustika

Daerah :Kota Banjar

 Jelajahilah pesona alam Situ Mustika dengan bersepeda air mengelilingi danau. Kejenuhan sehari-hari yang Anda rasakan bisa langsung sirna ketika keindahan alam sekitar terbentang di hadapan Anda. Udaranya yang sejuk dan konfigurasi lahan yang berbukit sangat cocok sebagai tempat untuk rekreasi bersama keluarga.

Bagi Anda yang suka berpetualang, hutan wisata seluas 5 ha ini terbuka untuk Anda eksplor. Hutan yang sudah ditetapkan oleh Perum Perhutani sebagai objek wana wisata pada tahun 1985 ini tidak saja menawarkan keindahan hutan, namun juga pulau yang ada di tengah danau.
Lokasi:  Kecamatan Cisaga, Kota Banjar
Arah:  3 km dari Kecamatan Cisaga, 1 km dari Kabupaten Banjar, dan 27 km dari Ciamis. Kondisi jalan umumnya beraspal dan baik, sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. Sarana transportasi umum yang ada adalah colt dan bus.
Fasilitas: Fasilitas yang tersedia di dalam wana wisata ini adalah papan petunjuk, pos jaga, loket karcis, tempat parkir, jalan setapak, instalasi air bersih, MCK, bangku, dan musholla.

Situ Patengang

Daerah :Kabupaten Bandung

Terletak di ketinggian 1600 m dpl di kaki Gunung Patuha, Situ Patenggang adalah danau alami dengan panorama alam memukau serta dapat digunakan untuk rekreasi. Anda dapat berperahu sambil menikmati hamparan danau seluas 150 ha dengan sebuah pulau di tengahnya serta latar belakang perbukitan. Tambahkan hawa sejuk setempat (17-23° C) – membuat pengalaman Anda semakin menyegarkan.
Keunikan lain Situ Patengang yang dibuka sebagai taman wisata sejak 1981 ini adalah legenda klasik dari kerajaan masa lampau. Adalah seorang pangeran keponakan Prabu Siliwangi, Ki Santang, dan seorang putri gunung cantik jelita, Dewi Rengganis, yang saling jatuh cinta. Namun perjalanan cinta mereka tidak semulus dan seindah yang dibayangkan oleh keduanya karena dipisahkan oleh keadaan. Konon, air mata yang mengalir dari keduanyalah yang membentuk danau ini, sehingga dinamai ‘patenggang’ yang diambil dari kata pateangan-teangan (Bahasa Sunda untuk saling mencari). Pada akhirnya, mereka dapat berkumpul kembali di sebuah batu setempat yang diberi nama Batu Cinta. Konon siapapun yang pernah berkunjung dengan pasangannya ke batu ini, maka cinta mereka akan abadi.
Yang tidak kalah menarik adalah kondisi jalan menuju Situ Patenggang yang menawarkan hamparan hutan dan perkebunan teh yang hijau, serta kebun-kebun sayuran dan strawberry khas setempat yang dapat Anda petik sendiri.

Alamat: Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung
Arah 50 km arah selatan ibukota Kabupaten Bandung
Fasilitas: perahu, kios makanan & cinderamata, toilet

Situ Patok

Daerah :Kabupaten Cirebon

Luas Situ Patok 175 Ha yang terletak di desa setu patok sekita 6 km dari kota Cirebon ke arah Tegal, dan berada di titik Koordinat 6.7862011S, 108.5648065E, obyek wisata ini selain mempunyai panorama indah juga tersedia sarana rekreasi air dan pemancingan.
Lokasi ini berpotensi untuk di kembangkan sekitar lahan 7 Ha, dengan status tanah negara . Prasarana yang di perlukan pembuatan dermaga, pengadaan perahu motor dan sarana pemancingan. serta pembangunan rumah makan yang artistik. Jalan ke arah lokasi cukup baik dan lebar, jaringan aliran listrik sudah tersedia dan saat ini minat masyarakat untuk mengunjungi wisata ini cukup banyak

Situ Sangiang (Makam Sunan Parung)

Daerah :Kabupaten Majalengka

Situ Sangiang terletak di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran yang didirikan pada tahun 1998, dimana jarak yang harus di tempuh untuk menuju obyek wisata ini yaitu +27 km dari pusat kota Majalengka. Luas keseluruhan objek wisata ini yaitu +107 Ha, sedangkan untuk luas Situ Sangiang yaitu +19,7 Ha. Objek wisata ini dikelola oleh TNGC (Taman Nasional Gunung Ciremai) dan KOMPEPAR (kelompok penggerak pariwisata). Objek wisata Situ Sangiang memiiki panorama yang indah dengan hamparan situ/danau, dalam Situ Sangiang hidup ikan mas dan ikan lele yang menurut masyarakat setempat dipercaya sebagai penjelmaan prajurit Talaga Manggung. Selain situ di tempat ini terdapat makam kramat Sunan Parung yang menjadi tujuan utama para pengunjung untuk berziarah. Sambil menikmati keindahan panorama Situ Sangiang, pengunjung dapat berkeliling menggunakan jalan setapak melihat pepohonan yang berumur ratusan tahun dan satwa liar seperti kera dan lutung.
Akses menuju objek wisata ini cukup baik, jalan menuju objek wisata, dari arah wates sudah cukup baik dengan konstruksi aspal, kondisinya lebar cukup untuk mobil dua arah tetapi seterusnya kondisi jalan yang rusak dan tidak adanya angkutan umum yang menuju kesana, melainkan hanya mobil bak terbuka atau ojek dan kurangnya pasokan air bersih. Rata-rata pengunjung ke objek ini yaitu +800 – 1000 pengunjung/bulan (80% wisata ziarah dan 20% wisata ke situ). Pada tahun 2007 jumlah pengunjung yaitu 8.387 pengunjung sedangkan pada tahun 2005 jumlah kunjungan ke objek wisata ini yaitu 20.600 pengunjung, dengan harga tiket masuk Rp.3000/orang. Sedangkan fasilitas yang terdapat objek wisata tersebut yaitu loket karcis, toilet, parkir, dan tempat istirahat.

Situ Wanayasa

Daerah :Kabupaten Purwakarta

Bayangkan diri Anda berdiri di tepian danau berair jernih dan alami dengan sebuah pulau kecil di tengahnya yang hijau oleh pepohonan pinus, yang dikelilingi pepohonan dan perbukitan hijau. Di Situ Wanayasa seluas sekitar 7 hektar ini Anda masih dapat menghirup udara yang sejuk, membuat Anda semakin betah berada di sini.

Untuk meningkatkan daya tarik objek wisata ini, pada tahun 2007 Badan Pariwisata Kabupaten Purwakarta telah melakukan upaya penataan kawasan Situ Wanayasa, antara lain dengan membuat gazebo untuk tempat istirahat pengunjung sambil menikmati keindahan panorama Situ Wanayasa. Selain itu pula dibuat jembatan semi permanen yang menghubungkan antara sisi danau ke pulau kecil yang terletak di tengah situ, sehingga pulau kecil ini dapat dicapai oleh pengunjung dengan mudah. Selain itu, tersedia pula beberapa tempat duduk yang dapat dipakai pengunjung untuk bersantai.
Untuk meningkatkan pengalaman rekreasi Anda, tersedia pula beberapa unit sepeda air yang dapat dipergunakan untuk berkeliling menikmati keindahan alam.
Lokasi:  Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa
Arah:  Sekitar 23 km dari Kota Purwakarta atau 83 km dari Kota Bandung.
Fasilitas: tempat parkir, gazebo, sepeda air, guest house.

Talaga Herang

Daerah :Kabupaten Majalengka

Talaga Herang adalah sebuah danau kecil di perbatasan tiga desa yaitu Jerukleueut, Padaherang, dan Desa Lengkongkulon di distrik Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat, Indonesia. Dahulu, daerah ini merupakan kawasan di distrik Rajagaluh. Air di Talaga Herang merupakan air yang mengalir dari sungai bawah tanah dan sumber airnya berasal dari gunung Ciremai.
Talaga Herang merupakan daerah di kaki gunung itu. Talaga Herang mengandung arti danau yang airnya jernih. Danau ini cukup dalam dan berbatu terjal namun airnya yang jernih membuat keindahan tersendiri. Ratusan ikan di danau ini bisa terlihat jelas. Uniknya ikan di danau ini tidak boleh diambil dan bagi mereka yang menangkapnya akan dikenai denda yang lumayan besar. Jadi jangan coba-coba menangkap ikan karena petugas objek wisata tersebut akan menangkap Anda.
Para pengunjung kebanyakan berasal dari kelompok anak muda. Mereka duduk di atas batu di tepi danau itu dan memandangi orang lain yang sedang berenang. Para pedagang pun berderet di sana di bawah pepohonan yang rindang. Ketika berada di danau ini kita tidak boleh sombong karena orang yang sombong bisa celaka. Menurut cerita penduduk di tiga desa ini, sudah ada dua orang yang mati tenggelam di danau ini padahal keduanya adalah jagoan renang. Konon menurut saksi mata, sebelum berenang keduanya menyombongkan dirinya sebagai jagoan renang.

Talaga Herang, biasa di sebut oleh penduduk setepat menamakan obyek wisata ini , hanya beda bahasa saja Talaga dengan Telaga artinya sama saja. Talaga Herang mempunyai air yang bening dengan pepohonan rindang yang berada di sebelah nya yang menghiasi indahnya Telaga Herang. Banyak yang berkunjung ke objek wisata ini dari mulai penduduk Majalengka sendiri sampai Luar kabupaten Majalengka pun sering berkunjung ke Objek wisata ini. Telaga Herang yang berada di Desa Jeruk Leueut Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka salah satu objek wisata alam yang cukup ramai di kunjungi di saat liburan sekolah.

Telaga Remis

Daerah :Kabupaten Kuningan

Kata ‘remis’ mungkin akan mengingatkan Anda akan sejenis hewan air yang menyerupai kerang. Tidak heran apabila Telaga Remis identik dengan nama binatang tersebut yang berwarna kuning dan banyak ditemukan di sekitar telaga ini.
Objek wisata Talaga Remis merupakan perpaduan antara air telaga yang jernih dengan pesona alam pegunungan hutan. Anda akan terinspirasi dengan beningnya air telaga laksana kaca didukung udara pegunungan yang sejuk menantang untuk berwisata menikmati kealamian hutan.
Delapan telaga di sini, yaitu Telaga Leat, Telaga Nilem, Telaga Deleg, Situ Ayu Salintang, Telaga Leutik, Telaga Buruy, Telaga Tespong, dan Sumur Jalatunda, menunggu untuk Anda dayungi. Objek Wisata Telaga Remis menyimpan keanekaragaman flora dan fauna – terdapat lebbih kurang 160 jenis tumbuhan, di antaranya snorkeling, malaka, kosambi, dan lain-lain. Jangan lupa untuk menikmati salah satu primadona tempat ini, yaitu sejenis tumbuhan langka “Pisang Hyang” dan menjadi daya tarik wisata budaya yang cukup terkenal baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Lokasi:  Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan
Arah:  37 km dari Kota Kuningan ke arah Kecamatan Cilimus
Fasilitas: Perahu motor, sepeda air, saung peristirahatan, mushola, toilet, cafetaria, toko cinderamata, tempat parkir

Telaga Warna

Daerah :Kabupaten Bogor

Taman Wisata menawarkan panorama alam yang khas dan unik, serta fenomena alam yang penuh dengan misteri dan nuansa mistik.
Alam pegunungan Puncak yang sejuk dan berkabut, dengan panorama bukit dan tebing serta perkebunan teh yang menghampar di sepanjang jalan masuk ke lokasi telaga, menciptakan pesona alam yang jarang dapat Anda temukan di tempat lain. Selain itu, nuansa mistiknya tersendiri terbentuk menurut masyarakat sekitar, tentang dua ekor ikan purba yang tinggal di danau dan apabila ada orang yang mampu melihat ikan tersebut berenang dan meloncat ke atas permukaan telaga, maka segala cita-citanya akan tercapai dan terkabul. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di area ini seperti photo hunting, bird watching, tracking, dan camping.

Lokasi:
Arah: 80 km atau 1 ½ jam dari Jakarta melalui Cisarua; 1 ¾ jam dari Bandung; dan dari Puncak Pass melalui jalan setapak ke pintu gerbang kawasan dengan berjalan kaki sekitar 10 menit.

Tempat Rekreasi Situ Gunung

Daerah :Kabupaten Sukabumi

Sebuah danau dengan keindahan alam dan hawa pengunungan yang sejuk menunggu Anda dan keluarga untuk berkunjung. Bersiap-siaplah untuk camping di sini, untuk menyatu dengan alam sekitar. Kejenuhan dari rutinitas yang Anda lalui sehari-hari dijamin akan hilang seketika.
Lokasi:  Kecamatan Kadudampit
Fasilitas: camping ground, MCK, Mushola, playground, penginapan, tempat parkir

Waduk Darma

Daerah :Kabupaten Kuningan

Alkisah pada jaman dahulu kala, bendungan ini terdiri dari enam desa yang tenggelam, yaitu Desa Darma, Kawah Manuk, Cipasung, Parung, Sakerta Barat, dan Sakerta Timur.  Anda akan terpana oleh pemandangan di daerah ini yang sangat indah serta didukung oleh hawanya yang sejuk – cocok dijadikan sebagai tempat rekreasi keluarga pada hari-hari libur atau saat-saat senggang lainnya.
Beberapa daya tarik wisata lainnya yang tidak boleh Anda lewatkan ketika berkunjung ke daerah ini di antaranya adalah atraksi seni tradisional Saptonan, lomba panahan tradisional, lomba rakit dan perahu tradisional, Goong Renteng, Gembyungan, dan Rudat. Atraksi-atraksi ini tidak dapat disaksikan setiap akhir pekan atau hari libur pada umumnya, dikarenakan kegiatan-kegiatan tersebut merupakan agenda rutin dari kegiatan wisata tahunan di Kabupaten Kuningan. Oleh karena itu, luangkan waktu Anda selama beberapa hari agar Anda dapat betul-betul menyelami dan memaknai atraksi yang ditawarkan di kawasan ini.

Lokasi: Kecamatan Darma, 12 km dari Kota Kuningan ke arah Barat Daya, atau 37 km dari Kota Cirebon.

Sumber Mata Air Jalatunda

Daerah :Kabupaten Bogor

Mata air Jalatunda merupakan lubang sumur yang dangkal, ukuran lubang air sekitar 2 x 1 m dengan kedalaman tidak lebih dari 1,5 m, namun sampai sekarang masih mengeluarkan air dari sela-sela susunan balok batunya, walaupun alirannya kecil tetapi terus-menerus mengalir, konon selama ini tidak pernah mengering sekalipun di musim kemarau. Oleh penduduk sekeliling sumur sekarang telah di tembok semen untuk menjaga kebersihan mata air tersebut. Air dari sumur Jalatunda kemudian dialirkan melalui parit kecil ke arah timur sepanjang lebih kurang 20 m menuju suatu bentuk kolam buatan yang dinamakan Taman Sri Bagenda. Selain itu air dari sumur Jalatunda juga dialirkan ke kali kecil Cipamali.
Pada batu datar di dekat lubang sumur, dijumpai adanya batu-batu lainnya dan sebuah batu yang berbentuk bulat seperti bola. Batu tersebut dalam khasanah megalitik lazim dinamakan dengan batu pelor. Hingga sekarang ini belum dapat diketahui secara pasti apa fungsi batu pelor. Di situs punden berundak Lemah Duhur di  Kampung Cijembar, Desa Sukajembar, Kecamatan Sukanagara, Cianjur, juga ditemukan batu-batu pelor pada di permukaan teras ke-4 bersama-sama dengan batu-batu datar dan menhir. Sangat mungkin batu-batu pelor tersebut erat kaitannya dengan dengan suatu ritus pemujaan kepada leluhur.
Penduduk setempat menamakan Mata air Jalatunda sudah sejak lama, apabila ditilik artinya jala dalam bahasa Sansekerta artinya air, sedangkan tunda berarti mulut, atau sesuatu yang menyerupai lubang mulut, mungkin sekali dahulu pernah terdapat pancuran air yang terbuat dari batu, atau bahan lainnya. Mata air dengan nama Jalatunda dikenal di beberapa tempat di Pulau Jawa, dan selalu dihubungkan dengan peradaban masyarakat masa lalu, misalnya petirthan kuna di lereng barat Gunung Penanggungan yang berangka tahun 899 Saka (977 M) juga dinamakan dengan Jalatunda, serta sumur tua yang telah mengering di puncak bukit Gunung Jati Cirebon dinamakan juga dengan sumur Jalatunda. Agaknya penamaan Jalatunda tersebut berkaitan dengan fungsi dan makna kekeramatannya di masa lalu karena dianggap sebagai sumber air yang dapat dipergunakan dalam ritus keagamaan atau upacara adat lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: