Info Wisata Jawa Barat – Pegunungan

Info Wisata – Pegunungan
Gunung Batu Tilu
Gunung Batu Tilu terletak di Desa Jatimulya Kecamatan Kasokandel dengan jarak tempuh + 8 Km dari pusat Kota Majalengka. Objek wisata Gunung Batu Tilu termasuk jenis wisata alam, Gunung Batu Tilu terdiri dari tiga bukit yang memiliki keunikan dan keindahan alam tersendiri. Akses menuju lokasi tersebut kurang baik, belum adanya angkutan umum untuk menuju lokasi tersebut dan belum adanya fasilitas yang terdapat di objek wisata ini serta belum adanya pengelola yang mengurus objek wisata ini sehingga objek wisata Gunung Batu Tilu tidak berkembang dan tidak terawat dengan baik. Pengunjung yang datang ke objek wisata ini masih ada meskipun sudah jarang pengunjungnya.

Gunung Galunggung

 Anda mungkin akan terpana dengan salah satu keajaiban Gunung Galunggung, yaitu  danau yang terdapat di dalam kawahnya. Uniknya, dari danau berair dingin itu tidak tercium bau belerang dan hal ini berbeda dengan gunung-gunung berapi lainnya di Indonesia. Pada saat cuaca yang cerah, Anda dapat menyaksikan keajaiban alam lainnya berupa sungai-sungai yang turun dari bukit Gunung Galunggung yang terlihat seolah-olah dari langit.

Di kaki gunung ini Anda akan mendapatkan pemandian air panas yang mengandung mineral berkhasiat untuk penyembuhan penyakit kulit maupun kesehatan dan kesegaran jasmani. Di samping itu, Anda juga dapat mendaki kawah Gunung Galunggung melalui “tangga 1000” dan “tangga biru” dan langsung turun ke bawah kawah untuk dapat melihat dari dekat danau dengan pulau kecil di tengah-tengannya.
Dengan keunikan dan keindahannya itu, berwisata di Gunung Galunggung akan menjadikan suatu pengalaman mengesankan bagi Anda dan keluarga.

Gunung Gede Pangrango

Daerah :Kabupaten Cianjur

 Datang dan nikmati keindahan alam di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, salah satu dari lima taman nasional tertua di Indonesia dan ditetapkan sebagai World Heritage Site. Dengan ketinggian puncak kurang lebih 3.019 m dpl, kawasan seluas 15.196 ha ini mencakup tiga kabupaten, yaitu Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Taman nasional ini juga merupakan kawasan hutan terbasah di Jawa Barat disebabkan tingginya curah hujan setiap tahunnya. Di sini Anda akan melihat sekitar 250 jenis  tumbuhan, serta berbagai jenis hewan langka seperti burung Elang Jawa (spizaetus bartelsi), empat jenis primata, dan beberapa jenis mamalia dan reptilia. Banyak atraksi wisata yang bisa dilakukan di daerah ini, seperti hiking, climbing, camping serta menyaksikan keindahan alam atau fenomena alam yang ada  seperti Telaga Biru, air terjun, air panas, Kawah Gunung Gede, dan alun-alun Suryakencana.

Gunung Guntur

Daerah :Kabupaten Garut

Gunung ini memiliki luas kawasan sekitar 250 ha yang masih berupa areal terbuka, dan seluruhnya dikelola oleh BKSDA Jawa Barat II yang mengacu pada aspek legalitas berupa SK Mentri Kehutanan No:274/kpts II/99. Wilayah Gunung Guntur terletak 3 km dari ibukota Kecamatan Tarogong Kaler dan 7 km dari ibukota Kabupaten Garut.
Gunung Guntur yang merupakan gunung yang masih aktif dengan aktifitas vulkanik ini memiliki ketinggian 2.000 m dari permukaan laut dan memiliki satu kawah yang terdapat di salah satu puncaknya. Gunung Guntur memiliki karakter bentang alam yang unik yaitu memiliki tiga bukit pada puncaknya, yang masing-masing bukitnya memiliki ketinggian 1000 m (dari kaki gunung), 1200 m, dan 1300 m pada puncak paling tinggi. Gunung ini memiliki daya tarik yang berupa medan gunung yang menantang, lembah, air terjun, sungai, panorama alam dan kawah.Gunung Guntur banyak dikunjungi para penjelajah dan dijadikan sebagai kawasan untuk berkemah, hiking dan trekking.

Lokasi:  Kampung Dukuh Desa Pananjung Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut

Gunung Haruman Paragliding

Daerah :Kabupaten Garut

Bagi anda yang berjiwa petualang, berani dengan tantangan alam dan mampu mengontrol emosi serta pikiran saat beratraksi, paragliding gunung haruman menawarkan sejuta tantangan serta atraksi yang menarik untuk anda coba dan buktikan.
Kawasan gunung haruman merupakan tempat yang cocok untuk melakukan aktivitas terbang layang, dengan ketinggian gunung yang sesuai, serta fasilitas terbang layang yang tersedia, menjadikan daerah ini surga bagi wisatawan yang menggandrungi kegiatan terbang layang.
Dukungan pemandangan yang indah, latar belakang pesawahan dan perkampungan Kecamatan Kadungora membuat atraksi terbang layang yang dilakukan oleh para wisatawan akan memberi kesan tersendiri. Di atas gunung ini, dengan paragliding yang kita gunakan, kita akan melihat kota Garut secara keseluruhan dan beberapa daerah disekitarnya. Menjadikan kegiatan terbang layang ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
Lokasi:  Terletak di Kecamatan Kadungora, 30 menit dari kota kecamatan atau 1,5 jam dari pusat kota Garut.

Gunung Papandayan

Daerah :Kabupaten Garut

Luas kawasan objek ini secara keseluruhan 7132 Ha, yang terdiri dari Cagar Alam dengan luas 6807 Ha dan Taman Wisata Alam 225 Ha. Adapun pengelola objek tersebut adalah BKSDA Jabar II. Sedangkan status kepemilikan tanahnya dikuasai oleh Departemen Kehutanan.
Adapun jenis gunung ini adalah jenis gunung berapi yang memiliki ketinggian 2622 m dari permukaan laut. Di gunung Papandayan ini terdapat banyak kawah yang aktif, yang diantaranya ada 4 kawah yang meletus pada tahun 2002. Topografi Gunung Papandayan berada di ketinggian 2170 m di atas permukaan laut dengan konfigurasi umum lahannya bergunung, berbukit, dataran dan lembah.
Daya tarik Gunung Papandayan yang utama berupa kawah, panorama, pegunungan dan perkemahan, semuanya ini ada di dalam kawasan Taman Wisata Alam. Daya tarik yang potensial berupa hutan terdapat di Cagar Alam (CA) yang sifatnya khusus untuk penelitian dan pendidikan. Selain itu terdapat perkebunan di luar kawasan berupa kebun teh milik PTPNVIII Sedep, Bandung.
Aktivitas utama yang dapat dilakukan yaitu trekking, hiking, fotografi dan rekreasi hutan yang semua ini dapat dilakukan di TWA. Sedangkan aktivitas penunjangnya ialah penelitian fauna dan flora di CA serta untuk piknik dan berkemah dapat di lakukan di TWA.
TWA memiliki flora yang dominan yaitu Hiur, Puspa, Pasang Hura, Saninten, Jamaju, Sega, Suwagi dan Kiteke sedangkan fauna yang dominan yaitu babi hutan, macan kumbang, macan tutul dan burung. Flora yang dominan ialah sedangkan untuk fauna dominan adalah babi hutan, jenis burung, macan kumbang dan tutul. Flora langka di Cagar Alam yaitu Saninten dan untuk faunanya rusa, elang Jawa, Lutung dan Surili. Kegiatan konservasi hewan dan tumbuhan dilakukan di Cagar Alam.

Lokasi:  Desa Sirna Jaya dan Desa Keramat Wangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut
Arah:  Dari kawasan ini ke Ibu Kota Kecamatan Cisurupan berjarak 9 km, dari Ibu Kota Kabupaten Garut berjarak 24 km, dari Ibu Kota Propinsi berjarak 84 km, dari Bandara Udara Husen Sastranegara berjarak 84 km, dari Pelabuhan Laut Santolo (Pameungpeuk) 80 km, dari terminal bus/angkot Guntur berjarak 24, dari Stasiun kereta api Cibatu berjarak 64 km. Jenis transportasi umum berupa bis pariwisata, ada angkutan kota yang khusus disewa, angkutan pick up dari Cisurupan ke kawah dan ojeg dengan rute yang sama. Tarif yang berlaku dari Cisurupan ke TWA untuk ojeg Rp. 6000,- per orang dan angkutan tradisional Rp. 3000,- per orang.
Fasilitas:  10 buah kios makanan dan minuman, toko cinderamata, tempat parkir untuk bus dan mobil, toilet umum,  shelter, Bumi (Pondok Salada & Camp David), tempat api unggun dan lapangan upacara, Interpretation center, loket tiket, pos jaga wana

Gunung Salak

Daerah :Kabupaten Bogor

Bagi Anda penggemar geologi, Gunung Salak mungkin bisa menjadi daya tarik utama kunjungan Anda di Kabupaten Bogor. Terbentuk di atas endapan batuan hasil kegiatan pra-Gunung Salak, gunung ini berbentuk perbukitan tua yang menyebar dan terpisah, seperti Gunung Peuteuy, Gunung Menir, Gunung Menyan dan Gunung Cileueur. Bukit-bukit tersebut terletak di sebelah utara dan barat laut, dan terdiri dari lava andesit, breksi tuf, dan lava kaca. Di sebelah barat komposisinya terdiri dari lava basaltik berwarna hitam gelap; sedangkan singkapan yang baik terdapat pada aliran Cikuluwung dan Cisalada di bagian hulu; pada dasar dan tepi sungai singkapan berupa lava berstruktur kekar lempeng; dan di bagian hulu singkapannya, berupa breksi lava.
Beberapa ahli mengatakan bahwa Gunung Salak termasuk gunung api tipe B karena gunung tersebut berada dalam tingkat solfatara. Gunung Salak pernah meletus setelah tahun 1600 dan letusan terakhir terjadi pada tahun 1983, sekalipun hanya berupa letusan preatik di kawah Cikaluwuung Putri.
Selain bentukan geologisnya yang menarik, Gunung Salak juga menawarkan bentangan alam yang asri, lengkap dengan cerita dan mitos metafisikanya yang sangat kental, menjadikan gunung ini masih tetap alami serta terselubung oleh kabut misteri yang kuat dan belum terpecahkan sampai saat sekarang.

Arah: 35 km dari Kota Bogor, dapat ditempuh dalam 1 jam dengan kendaraan melalui jalan melalui dua jalur, yaitu Desa Cibatok, Kecamatan Cibungbulang, dan Desa Cikampak, Kecamatan Ciampea.

Gunung Tangkuban Perahu

Tgl. Update :Selasa, 16 Agustus 2011

Daerah :Kabupaten Bandung

Duduk dengan anggunnya mendominasi panorama Bandung utara, Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung berapi yang masih aktif di Jawa Barat. Berada di ketinggian 2084 m dpl, gunung berbentuk unik ini telah menarik banyak pengunjung selama puluhan tahun yang datang untuk melihat lebih dekat kawahnya, menikmati panorama lembah sekelilingnya, serta lebih akrab dengan cerita rakyatnya yang terkenal, Sangkuriang.
Berdasarkan legendanya, gunung ini terbentuk akibat kemarahan Sangkuriang yang merasa gagal dalam mengabulkan permintaan pembuatan danau dan perahu besar dari Dayang Sumbi (merupakan kisah cinta terlarang antara seorang anak dengan ibu kandungnya sendiri). Maka ditendangnya perahu yang telah dibuat dan jatuh tertelengkup (dalam Basa Sunda nangkub) di lokasinya sekarang – yang menjadi asal mula nama Gunung Tangkuban Perahu. Menurut sejarah geologinya, Gunung Tangkuban Parahu terbentuk dari aktifitas letusan berulang Gunung Api Sunda di jaman prasejarah. Catatan letusan dalam 2 abad terakhir adalah tahun 1829, 1846, 1862, 1887, 1896, 1910, dan 1929.
Dari puncak menara Gedung Sate di Kota Bandung, Anda dapat melihat dengan sangat jelas bentuk fisik Gunung Tangkuban Parahu yang benar-benar menyerupai perahu terbalik.

Arah: 30 km arah utara Kota Bandung, atau 31 km arah selatan Kota Subang
Fasilitas: kios makanan & cinderamata, toilet

Kawah Darajat

Daerah :Kabupaten Garut

Kawasan Kawah Darajat ini memiliki daya tarik berupa kawah yang menghasilkan uap panas dan pemandangan berupa bentang alam pegunungan serta perkebunan. Pengunjung yang datang ke kawasan Kawah Darajat dapat melakukan aktivitas wisata seperti trekking, menikmati pemandangan serta penelitian mengenai kawah. Kawasan Kawah Darajat dikelola oleh PT. Amoseas yang bekerjasama dengan PT. Pertamina, namun status kepemilikan lahannya adalah milik Perhutani. Luas kawasan keseluruhan Kawah Darajat ini sekitar 40 Ha dengan waktu kunjungan wisata tidak terbatas namun harus ada izin dari pihak Amoseas karena kawasan ini merupakan kawasan perindustrian dan masih banyak terdapat gas beracun yang dapat keluar kapan saja.
Ketinggian rata – rata Kawah Darajat ini adalah 1920 meter diatas permukaan laut, dengan konfigurasi umum lahan yang berbukit dan berlembah dengan tingkat kemiringan lahan yang agak curam dan stabilitas tanah yang cukup baik serta daya serap tanah yang cukup. Terdapat pula pengaruh musim yang terjadi di kawasan ini yaitu pada saat kemarau produksi uapnya agak menurun.
Kawah darajat merupakan barisan gunung Papandayan yang mempunyai jenis gunung aktif dengan jumlah kawah 2 buah, namun banyak terdapat sumur uap yang berjumlah sekitar 24 buah , yang biasa digunakan oleh pihak Amoseas sebagai tenaga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Kualitas lingkungan dikawasan ini dapat dibilang cukup baik, tingkat kebersihan yang sangat terjaga dan bentang alam yang baik.

Lokasi:  Desa Padaawas Kecamatan Pasirwangi kabupaten Garut
Arah:  Alat transportasi yang biasa digunakan pengunjung yang datang ke kawah Darajat ini yaitu dengan menggunakan mobil pribadi ataupun kendaraan umum dari  Tarogong – Pasirwangi dengan biaya Rp 3000/orang.
Fasilitas: tempat parkir, beberapa papan penunjuk arah di kawasan Kawah Darajat dalam kondisi yang baik. terdapat pula pelayanan informasi yang  terdapat pada setiap pos jaga.

Kawah Kamojang

Daerah :Kabupaten Garut

Kawah kamojang merupakan kawah gunung berapi yang masih aktif, hal ini ditandai dengan adanya gemuruh uap yang dihasilkan keluar dari perut bumi. Pada awal memasuki kawasan ini, pemandangan yang tak biasa ditemui yaitu banyak pipa-pipa besar yang berujung pada beberapa bangunan. Pipa tersebut adalah bagian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola oleh PT. Pertamina dan PT. Indonesia Power; dan disinilah untuk pertama kalinya, energi panas bumi dimanfaatkan (seperti yang diusulkan warga kebangsaan Belanda, JB Van Dijk pada tahun 1918) secara komersial (1983).
Kawah Kamojang memiliki beberapa kawah antara lain kawah manuk, kawah kereta. Nama yang diberikan memiliki makna sendiri seperti kawah manuk yang dikarenakan beberapa lubang tersebut menghasilkan bunyi yang menyerupai suara burung manuk atau kawah kereta karena bunyinya seperti kereta (lebih mirip suara pesawat jet).
Kawah yang terkenal dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan adalah kawah kereta api. Kawah kereta adalah kawah yang paling menarik perhatian karena uap gas yang kerluar memiliki tekanan yang sangat luar biasa (2.5 bar).  Di kawah ini kita akan mendengarkan suara unik mirip kereta api yang timbul dari uap yang dikeluarkan melalui celah-celah bebatuan dari perut bumi.  Di areal ini juga kita akan melihat pembangkit listrik tenaga uap.  Pipa-pipa sebagai penyalur panas dari perut bumi disalurkan untuk membangkitan generator yang menghasilkan energi listrik.
aktivitas wisata yang dapat kita lakukan didaerah ini adalah berendam di air panas, hiking mengelilingi kawah, mengabadikan fenomena alam ini dengan perangkat multimedia dan bersauna di udara yang terbuka dengan pemandangan yang mempesona. Luas Taman Wisata Cagar Alam Kamojang ini sekitar 10 hektar.  Di kawasan wisata ini terdapat 23 kawah, 2 diantaranya berbentuk danau dengan asap yang mengepul ke permukaan air.
Fasilitas yang tersedia :
Aksesibilitas,

Lokasi:  Desa Cibeet dan Randu Kurung Kecamatan Samarang,
Arah:  berjarak sekitar 25 Km dari kota Garut.
Fasilitas: Tempat Parkir, Toilet, Mushola.

Kawah Papandayan

Daerah :Kabupaten Garut

Objek wisata yang berlokasi di Garut ini termasuk objek wisata alam cukup terkenal, terutama bagi mereka yang punya hobi mendaki gunung, baik yang tinggal di kawasan Provinsi Jawa Barat maupun di luar Provinsi Jawa Barat. Letak objek wisata ini pun terbilang sangat mudah ditempuh melalui transportasi darat selama hampir kurang lebih 2,5 s.d. 3 jam.
Gunung ini merupakan gunung berapi yang masih aktif, rekor pertama meletus pada bulan Agustus 1772 yang memuntahkan berkubik-kubik material alam sejauh satu kilometer ke udara, dengan menelan korban sebanyak 3.000 orang dan menimbun 40 desa disekitarnya.
Kawah Mas merupakan kawah yang terletak di tengah Gunung Papandayan  dengan lebar sekitar 150 meter. Banyak wisatawan berkunjung ke daerah ini untuk melihat fenomena kawah yang sangat unik dan menarik, gemuruh suara kawah yang seperti suara kapal mesin jet, serta semburan asap tebal dari dalam kawah semakin menambah keterpukauan wisatawan akan fenomena alam yang jarang ditemui ini.
Papandayan dapat dicapai dengan mudah dari arah Kota Garut ke arah Selatan dalam hitungan 30 menit, melalui Samarang ke arah Cisurupan. Dipertigaan Cisurupan, belok kanan menyusuri jalan desa dengan aspal bagus yg terus mendaki ke ketinggian 2300m dpl ke Cagar Alam Papandayan dengan jalannya yang berkelok-kelok dengan pemandangan kebun kentang dan hutan pinus yang indah.
Memerlukan waktu sekitar 20 menit dengan berjalan kaki bagi para wisatawan yang akan menuju ketengah kawah gunung ini dari area tempat parkir kendaraan.  Di puncaknya kita dapat melihat pemandangan sekitar gunung yang indah yang berpadu dengan kepulan asap belerang yang menyembur dari dasar perut bumi.

Kawah Putih

Daerah :Kabupaten Bandung

Di ketinggian Gunung Patuha, tersembunyi keindahan bekas kawah tua yang unik. Bau belerang akan menyambut Anda begitu tiba di tebing kawah, menjadi sajian yang tidak terpisahan ketika mengagumi kawah berwarna hijau muda yang dikelilingi oleh pasir putih serta riak air dalam kawah yang bertabur asap tipis serta sesekali letupan lumpur hidup, menjadikannya sebuah atraksi alam yang tiada duanya. Sebagai tambahan, warna air Kawah Putih selalu berubah-ubah bila terkena sinar matahari.
Pertama kali terungkap pada tahun 1837 oleh seorang ilmuwan asal Belanda yang bernama Dr. Franz Wilhelm Junghun, danau di ketinggian 2194 m dpl dengan suhu sekitar 15-22 derajat Celcius ini sangat memesona. Karena keunikannya itu, Kawah Putih menjadi objek wisata bagi wisatawan nusantara dan mancanegara, serta latar belakang favorit bagi para fotografer dan sineas film.
Secara geologis, Kawah Putih terbentuk dari aktifitas letusan Gunung Patuha yang terjadi di abad ke-XII. Nama Patuha sendiri berasal dari nama awal gunung ini, Gunung Sepuh (Bahasa Sunda untuk ‘tua’).

Kawah Ratu

Daerah :Kabupaten Sukabumi

Sebuah fitur alam yang unik menunggu Anda, Kawah Ratu. Di sini Anda dapat melihat sebuah kawah dari dekat dan dapat langsung turun ke dasar kawah. Kawah Ratu dapat dicapai melalui jalan setapak, dengan memakan waktu tempuh sekitar 2-3 jam. Di sana terbentang panorama sebuah kawah yang masih aktif dan mengepulkan uap panas, dengan suara gemuruh akibat semburan uap air panas yang membentuk kabut dengan bau belerang yang menyengat.
Lokasi:  Kecamatan Cidahu

Objek wisata cinumpang

Daerah :Kabupaten Sukabumi

Selami keindahan Cinumpang. Di sini Anda dapat menikmati keindahan alam dan hawa pengunungan yang masih sejuk. Jangan lupa untuk datang bersama keluarga Anda agar pengalaman Anda terasa lebih menyenangkan.
Lokasi:  Desa Sudajaya, Kecamatan Kadudampit

Objek wisata Pondok Halimun

Daerah :Kabupaten Sukabumi

Pondok Halimun menawarkan pada Anda keindahan alam dan hawa pengunungan yang masih sejuk. Di sepanjang jalan menuju ke lokasi, Anda juga dapat melihat perkebunan teh yang hijau. Lakukan berbagai kegiatan rekreasi di tempat ini untuk memaksimalkan kunjungan Anda.
Lokasi:  Desa Gede Pangrango, Kecamatan Sukabumi

Obyek Wisata Punclut

Daerah :Kota Bandung

Berjalan-jalanlah di pagi hari menuju Bandung utara, di mana Anda akan tiba di objek wisata Punclut. Objek ini merupakan kawasan perbukitan yang letaknya tidak jauh dari pusat Kota Bandung. Di hari minggu pagi atau hari libur lainnya biasanya banyak sekali para pengunjung yang datang ke kawasan ini dengan tujuan berolah raga. Hal ini disebabkan jalanan sekitar objek wisata yang cukup menanjak ditambah kesejukan udaranya yang segar menjadikan lokasi ini sangat cocok untuk aktivitas olah raga pagi seperti jalan santai.
Anda dapat mencapai objek ini melalui Jalan Ciumbuleuit. Di sepanjang jalan menuju ke puncak kawasan objek wisata ini, Anda akan melihat panorama alam Bandung utara yang cukup indah dengan jajaran kios dan pedagang kaki lima di sisi kiri dan kanan jalan, yang menjual berbagai macam pernak pernik mulai dari makanan sampai dengan keperluan rumah tangga.
Selain berolah raga para, Anda juga dapat menikmati berbagai macam makanan tradisional khas daerah ini, seperti nasi timbel, tutut (sejenis keong yang dimasak), sambel pecel yang disajikan dengan sajian sederhana tetapi mampu menggugah selera makan pengunjung yang datang ke daerah ini.
Arah: Dari pusat Kota Bandung menuju Bandung utara ke daerah Ciumbuleuit, kemudian turun di Rumah Sakit Salamun menuju jalan Bukit Raya.

Riung Gunung

Daerah :Kabupaten Bogor

Terletak pada ketinggian 1500 m, Riung Gunung menawarkan pada Anda panorama alam daerah puncak yang indah dengan hamparan perkebunan teh yang luas. Tambahkan suasana nyaman dengan udara segar khas pegunungan yang akan melengkapi setiap kunjungan Anda di sini. Selain panorama alam, Amda juga dapat berkunjung ke salah satu vila di daerah ini tempat Soekarno pernah menginap dan memohon kepada Allah SWT demi kemajuan dan kesejahteraan Bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Kegiatan lain yang dapat dilakukan di sini juga adalah paralayang.

Lokasi: tepi jalur Puncak (40 km dari Kota Bogor)
Arah: 17 km dari pintu tol Ciawi
Fasilitas: tempat parkir, kios, toilet

Taman Wisata Alam Talaga Bodas

Daerah :Kabupaten Garut

Taman Wisata Alam ( TWA ) Talaga Bodas merupakan kawah yang membentuk sebuah danau dengan air berwarna putih. Kawasan TWA ini dikelola oleh BKSDA Jawa Barat II dengan status kepemilikan lahan oleh Departemen Kehutanan. TWA Talaga Bodas dikelola berdasarkan aspek legalitas berupa SK Mentri No : 98 / KPTS / UM / 1978. Kawasan TWA Kawah Talaga Bodas memiliki luas kawasan sebesar 23,85 ha. kawah Talaga Bodas berada di ketinggian 1512 m diatas permukaan laut dengan konfigurasi umum lahan berbukit dan kemiringan lahan yang curam.
Daerah Kawah Talaga Bodas memiliki temperatur rata-rata 24-26 derajat celsius per tahun, dengan curah hujan 1321 mm / tahun serta penyinaran matahari yang sedang. Flora dominan kawasan sekitar Kawah Talaga Bodas berupa tanaman kebun seperti ; tomat, kol dan rumput ilalang. Kondisi lingkungan Kawah Talaga Bodas cukup baik dengan kebersihan dan bentang alam yang tergolong baik.
Aktivitas wisata yang ada berupa trekking, hiking, fotografi, piknik, atau sekedar jalan-jalan.

Lokasi:  Desa Sukamenak kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut
Arah:  berada di jarak 8 km dari Kecamatan Wanaraja, 20 km dari kota Garut, dan 83 km dari Bandung. Sedangkan jarak lokasi kawah ke terminal Guntur – Garut sejauh 20 km. Untuk mencapai ke lokasi TWA Kawah Talaga Bodas dapat menggunakan alat transportasi yang melewati jalan akses berupa angkutan kota dengan trayek : Garut-Cibatu, Garut-Cikelet, Terminal Guntur-Sukawening, dan jalur Terminal Guntur-Perumnas Cempaka Indah. Atau dapat juga mempergunakan alat transportasi tradisional berupa delman dan ojeg di ujung masuk jalan akses. Para pengunjung pada umumnya mencapai lokasi dengan membawa kendaraan pribadi.
Fasilitas: 2 Shelter dan gerbang masuk

Sumber : http://www.disparbud.jabarprov.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: