Candi Selagriya

Candi Selagriya

Kabupaten Magelang – Jawa Tengah – Indonesia
Candi Selagriya

Candi Selagriya

A. Selayang Pandang

Candi Selagriya merupakan salah satu obyek wisata sejarah dan wisata alam yang terdapat di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi purbakala peninggalan masa kejayaan kerajaan Hindu ini diperkirakan sezaman dengan candi-candi yang terdapat di daerah Kedu dan dataran tinggi Dieng, yaitu dibangun sekitar abad 8 M oleh wangsa Sanjaya. Candi ini memiliki ketinggian kurang lebih 648 m di atas permukaan laut (dpl), dengan jarak sekitar 24 km dari Candi Borobudur ke arah barat laut.

Candi ini ditemukan pertama kali pada tahun 1835 oleh Hartman, Residen Magelang pada masa penjajahan Belanda. Ketika ditemukan, kondisi candi dalam keadaan porak poranda dan banyak batu bagian candi yang hilang. Atas inisiatif Hartman, dibentuklah tim yang bertugas untuk menyusun kembali sisa-sisa bagian candi yang berserakan tersebut. Candi yang terletak di kaki Bukit Sukorini dan Bukit Giyanti, lereng timur Gunung Sumbing ini terpencil dari pemukiman penduduk dan tersembunyi di antara perbukitan. Hal ini mengindikasikan bahwa candi ini dibangun sebagai tempat pemujaan para pendeta Hindu yang pada saat itu lebih memilih tinggal di tempat terpencil.

B. Keistimewaan

Sebagai obyek wisata sejarah dan wisata alam, Candi Selagriya menarik untuk dikunjungi. Keistimewaan pertama yang segera dapat dijumpai oleh pengunjung adalah indahnya pemandangan alam pegunungan di sepanjang jalan setapak yang akan memandu menuju lokasi candi. Perjalanan melewati hamparan sawah yang tersusun bertingkat di sepanjang lereng Gunung Sumbing dan kicauan burung-burung liar seolah-olah menjadi obat penawar lelah bagi perjalanan sepanjang kurang lebih 3 km.

Sesampai di lokasi candi, pengunjung akan menjumpai pemandangan yang unik, yaitu melihat ukuran Candi Selagriya yang relatif mungil—jika dibandingkan dengan candi-candi Hindu lainnya di sekitar daerah Kedu. Denah bangunannya berbentuk palang dengan ukuran 5,2 m x 5,2 m dan tinggi 4,9 m. Di dalam candi hanya terdapat sebuah bilik yang sudah kosong. Diperkirakan, bilik ini dulunya adalah tempat lingga atau yoni, simbol dari Syiwa Mahadewa. Di keempat dinding candi terdapat relung-relung di mana arca-arca perwujudan dewa ditempatkan.

Dilihat dari letaknya yang berada di kaki bukit dan dekat dengan sumber mata air dan sungai, Candi Selagriya dianggap sebagai representasi nilai-nilai yang berkembang dalam agama Hindu. Dalam ajaran Hindu, berkembang keyakinan bahwa para dewa bersemayam di tempat-tempat yang tinggi. Sementara air adalah lambang kesuburan dan kesucian. Berdasarkan alasan tersebut, setiap pemugaran yang dilakukan untuk membenahi bangunan candi selalu berusaha untuk tidak merubah letak candi. Sebab, jika candi dipindahkan ke lokasi lain, maka makna spiritualnya akan hilang. 

C. Lokasi

Candi Selagriya terletak di Dusun Campurrejo, Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia.

D. Harga Tiket

Pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis.

E. Akses

Dari Kota Magelang lokasi Candi Selagriya kurang lebih 15 km, yang dapat ditempuh lewat kota Kecamatan Bandongan atau lewat Windusari. Dari jalan utama Windusari-Bandongan di Desa Kembangkuning, candi ini sejauh sekitar 3 km. Dari Desa Kembangkuning, perjalanan menuju candi ini hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki. Namun, perjalanan sepanjang 3 km tersebut sepertinya tidak akan terlalu melelahkan, karena pengunjung akan dihibur dengan indahnya pemandangan alam pegunungan.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Karena letaknya yang berada di kaki gunung dan cukup jauh dari pemukiman penduduk, di sekitar lokasi candi belum tersedia fasilitas dan sarana akomodasi yang memadai, bahkan boleh dibilang tidak ada sama sekali. Apabila pengunjung menghendaki fasilitas dan akomodasi yang cukup lengkap, tempat terdekat yang menyediakannya adalah di Kota Magelang, yang berjarak sekitar 15 km dari lokasi candi. Di kota kecil ini, pengunjung dapat menjumpai hotel, rumah makan, super market, kios-kios penjual cenderamata, tempat ibadah, dan lain-lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: