Reog Ponorogo

Reog Ponorogo

Kabupaten Ponorogo – Jawa Timur – Indonesia
Reog Ponorogo

Reog Ponorogo
(Fotografer: Awang Habibi)

A. Selayang Pandang

Menurut salah satu versi cerita rakyat yang  berkembang di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada suatu ketika Raja Bantar  Angin, Kelana Sewandana, ingin melamar seorang puteri dari Kerajaan Kediri,  Dewi Sanggalangit (dalam versi yang lain disebutkan Dewi Ragil Kuning). Akan tetapi,  dalam perjalanannya Raja tersebut dicegat oleh Singobarong penjaga hutan Lodaya.  Pasukan Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Raja Bantar  Angin dikawal oleh patih Bujanganomdan pasukan warok (pria yang memiliki  ilmu kanuragan dengan ciri khas pakaian serba hitam). Pertempuran dua pasukan  tangguh inilah yang dianggap sebagai salah satu sumber rujukan bagi pertunjukan  tarian Reog Ponorogo.

Pertunjukan Reog biasanya terdiri dari beberapa  adegan. Adegan pertama adalah tarian pembuka, yang menampilkan 6-8 lelaki  dengan pakaian hitam dan muka (atau topeng) yang dipoles warna merah. Para  penari ini menggambarkan sosok singa yang marah. Setelah para lelaki pemberani  tersebut, berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 perempuan atau bisa  juga lelaki yang didandani mirip perempuan yang menaiki kuda kepang  (kuda-kudaan dari anyaman bambu).

Fragmen kedua adalah inti dari tarian Reog yang  bergantung pada kondisi di mana seni Reog ditampilkan. Jika pertunjukan  berhubungan dengan pernikahan, maka yang diekplorasi adalah adegan percintaan.  Sedangkan untuk hajatan khitanan, sunatan, maupun memperingati hari besar  nasional biasanya yang ditonjolkan adalah fragmen keperwiraan.

Bagian terakhir adalah singabarong, yaitu atraksi di mana  seorang penari memakai “topeng” berbentuk kepala singa dengan mahkota yang  terbuat dari bulu-bulu burung merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg dengan ukuran  yang cukup besar. Uniknya, topeng ini dimainkan hanya dengan mengigit sebilah  kayu yang terpasang di bagian belakang topeng. Kemampuan membawakan topeng ini,  selain diperoleh dengan latihan yang berat, juga dipercaya diperoleh dengan  latihan spiritual, seperti berpuasa dan bertapa.

Wisatawan yang tertarik menonton pertunjukan Reog  dapat mengunjungi agenda pertunjukan yang sifatnya tahunan. Kesenian Reog  biasanya diselenggarakan pada tiap perayaan hari kemerdekaan Indonesia (tanggal  17 Agustus) dan perayaan Garebek Suro yang bertepatan dengan hari jadi  Kota Ponorogo (tiap tanggal 1 Muharram/tahun baru Hijriah). Agenda tahunan  tersebut bisa berupa pertunjukan biasa atau Festival Reog Nasional, yaitu  perlombaan kesenian Reog dari seluruh Indonesia.

B. Keistimewaan

Pertunjukan Reog biasanya diselenggarakan di  lapangan atau di jalanan karena jumlah penari dan ekplorasi pertunjukan yang  memerlukan ruang yang cukup luas. Di arena pertunjukan Reog, penonton bisa  menikmati prosesi pertunjukan yang dipenuhi ritual mistis. Misalnya saja,  sebelum pertunjukan dimulai, warok (sebutan bagi ketua kelompok Reog)  menggelar jampi-jampi memohon kelancaran pertunjukan. Tak jarang di  tengah-tengah tarian para penari kesurupan roh halus, sehingga menambah heboh  jalannya pertunjukan.

Meskipun umumnya tarian Reog memiliki alur yang  jelas, akan tetapi adegan demi adegan dalam seni Reog biasanya tidak mengikuti  skenario yang tersusun rapi. Di sini selalu ada interaksi antara pemain dan warok (dalam hal ini, warok juga menjadi dalang pertunjukan), serta interaksi  antara penari dan penonton. Sehingga, yang terpenting dalam pementasan seni Reog  adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya.

C. Lokasi

Kesenian Reog hampir merata diselenggarakan di  seluruh Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Akan tetapi, untuk tempat dan waktu  pertunjukan yang bersifat rutin, wisatawan dapat menikmatinya di Ibukota  Kabupaten Ponorogo.

D. Akses

Untuk mencapai kota Ponorogo, wisatawan dapat  menempuh perjalanan melalui Kota Surabaya. Dari Ibukota Provinsi Jawa Timur  ini, kota Ponorogo berjarak 200 km ke arah barat-daya. Wisatawan bisa menumpang  kendaraan umum (bus) ataupun kendaraan pribadi.

E. Harga Tiket

Menikmati kesenian Reog tidak dipungut biaya.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Festival Reog Nasional biasanya diselenggarakan  selama beberapa hari karena banyaknya peserta baik dari dalam maupun luar kota  Ponorogo. Oleh sebab itu, bagi wisatawan yang membutuhkan penginapan bisa  menyewa hotel yang tersedia di beberapa tempat di kota Ponorogo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: